Tiga Srikandi Bidik Kursi Rektor UMW, Ini Visi Misinya

KENDARINEWS.COM– Universitas Mandala Waluya
menggelar proses pemilihan Rektor untuk periode 2025–2029.

Ada tiga tokoh perempuan, yang disebut sebagai Srikandi Mandala Waluya, masuk dalam bursa pencalonan. Mereka adalah Prof. Dr. Hj. Tasnim, SKM., MPH, Dr. Ratna Umi Nurlila, S.Si., M.Sc., dan Dr. Wa Ode Nova Noviyanti Rachman, S.Si., M.Kes.

Mereka telah mengikuti pemaparan visimisi dan debat intelektual yang berlangsung di Aula Baru Mandala Waluya, Senin (5/5/2025).

Prof. Hj. Tasnim pernah menjabat sebagai Rektor UMW periode 2018–2021. Sementara itu, Dr. Ratna Umi Nurlila merupakan petahana yang kembali mencalonkan diri, dan Dr. Nova saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Kesehatan.

Debat yang dinilai para pakar serta 12 pendiri UMW ini, memberikan kesempatan kepada para kandidat, untuk menyampaikan visi mereka. Mereka juga diuji terkait kemampuan manajerial, strategi pengembangan institusi, serta rencana konkret untuk memajukan UMW.

Acara tersebut dihadiri oleh pengurus yayasan, seluruh dosen dan staf, serta perwakilan mahasiswa dan berjalan dengan lancar. Dr. Wa Ode Nova Noviyanti Rachman sebagai kandidat nomor urut 1 menyampaikan komitmennya, untuk menjadikan UMW sebagai kampus unggul dan berdaya saing global. Ia menekankan pentingnya diversifikasi pendapatan kampus, tidak hanya bergantung pada mahasiswa, tetapi juga memaksimalkan potensi sarana yang ada.

“Banyak peluang bisnis yang bisa dikembangkan dari kampus, bukan hanya dari mahasiswa,” ujarnya. Dr. Ratna Umi Nurlila, kan

didat nomor urut 2 dan juga Rektor saat ini, memaparkan pencapaian yang telah diraih selama masa kepemimpinannya. Ia menyebut berbagai kemitraan strategis yang menghasilkan banyak hibah. Termasuk bantuan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

“Kami akan memperjuangkan agar semua dosen menerima tunjangan sertifikasi. Serta mengoptimalkan fasilitas kampus seperti laboratorium demi kemajuan bersama,” paparnya.

Sementara itu, Prof. Tasnim, kandidat nomor urut 3, menyampaikan komitmen untuk menjadikan UMW, sebagai perguruan tinggi swasta yang berkontribusi secara nasional dan berdampak global. Ia bertekad menggerakkan seluruh potensi SDM dan fasilitas untuk kemajuan kampus.

Dalam debat, ia menyatakan jika terpilih sebagai Rektor UMW periode 2025–2029, tidak akan mengambil tunjangan struktural jabatan rektor. “Itu komitmen saya,” ucapnya, yang disambut aplaus para hadirin.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor UMW, Dr. Sunarsih mengungkapkan, mekanisme pemilihan kali ini berbeda dari sebelumnya. Jika dulu rektor dipilih langsung oleh senat, kini dilakukan melalui proses panjang.

“Prosesnya dimulai sejak Februari dengan pendaftaran dan seleksi berkas. Saat ini tahap debat visi-misi, kemudian pada 15 Mei akan dilaksanakan tes inteligensi,” jelasnya.

Setelah seluruh proes seleksi, rekam jejak para kandidat akan dievaluasi. Senat yang terdiri dari 35 anggota akan memberikan penilaian sebelum hasil akhirnya diserahkan kepada para pendiri UMW, yang akan menentukan siapa yang layak memimpin kampus ke depan. “Kami benar-benar menginginkan rektor yang unggul. Tidak ada keberpihakan dalam proses ini,” tegas Dr. Sunarsih, yang juga merupakan salah satu pendiri dan pengawas UMW. (b/lis/ing