KENDARINEWS.COM—Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat sebanyak 323 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) berdasarkan data terakhir dalam kurun waktu Januari hingga Maret 2025. Kabar baiknya, seluruh pasien berhasil tertangani dan dinyatakan sembuh, tanpa ada laporan korban jiwa.
Kepala Dinas Kesehatan Sultra, Usnia, menyampaikan bahwa angka kasus DBD tahun ini terbilang tinggi, tetapi pihaknya telah melakukan penanganan secara optimal di seluruh wilayah kabupaten/kota.
“Untuk rincian kasus DBD tahun 2025, Januari tercatat ada 101 kasus, Februari meningkat menjadi 104, dan Maret sebanyak 118 kasus. Sehingga total kasusnya menjadi 323,” jelas Usnia.
Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa meski semua kasus telah tertangani dengan baik, masyarakat tetap diimbau untuk tidak lengah terhadap potensi penyebaran DBD, terlebih di tengah kondisi cuaca yang cenderung lembap dan mendukung perkembangan nyamuk Aedes aegypti.
“Semua kasus sudah tertangani dan semua sembuh, tetapi bukan berarti kita bisa lengah. Penyebaran DBD bisa saja meningkat bila kita tidak sigap dalam melakukan pencegahan,” katanya.
Mengantisipasi lonjakan kasus, Dinkes Sultra menerapkan strategi intervensi ganda. Tidak hanya pada aspek penanganan medis bagi pasien, tetapi juga menyasar upaya pencegahan di tingkat masyarakat.
“Perlu peran aktif semua pihak dan elemen masyarakat. Sebab tanpa dukungan itu, penyebaran DBD tidak bisa dicegah. Intinya, bagaimana kita mencegah pengembangbiakan nyamuk Aedes aegypti,” terangnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai garda terdepan dalam melawan penyebaran penyakit ini. Langkah sederhana seperti gerakan 3M (Menguras, Menutup, dan Mengubur) serta pemasangan kelambu disebutnya sangat efektif dalam mengurangi risiko gigitan nyamuk pembawa virus dengue.
Dengan curah hujan yang masih tinggi di sebagian besar wilayah Sultra, potensi berkembangnya jentik nyamuk di genangan air semakin besar. Oleh karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah ledakan kasus berikutnya.
“Kita imbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman DBD dengan menjaga kebersihan lingkungan secara menyeluruh sebagai langkah pencegahan yang efektif,” harapnya. (rah)
