Situasi Mencekam di Boven Digoel, TNI-Polri Sterilkan Lokasi Pasca-Serangan KKB

KendariNews.com – Aksi penembakan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap Pesawat Smart Air di lapangan terbang Korowai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026), menimbulkan dampak luas. Selain menewaskan pilot Kapten Ego Erawan dan co-pilot Kapten Baskoro Adi, insiden ini juga memicu ketakutan massal di kalangan warga.

Puluhan warga Kampung Yaniruma, Distrik Yaniruma, dilaporkan meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke wilayah Senggo sejak Rabu sore. Mereka memilih menyelamatkan diri karena khawatir akan gangguan lanjutan dari kelompok bersenjata tersebut.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan dampak psikologis sangat terasa di tengah masyarakat.

“Berdasarkan data sementara, puluhan warga setempat mengungsi ke arah Senggo karena rasa takut. Termasuk tenaga pendidik dan tenaga kesehatan yang selama ini menjadi tulang punggung pelayanan di wilayah tersebut,” ujar Yusuf, Kamis (12/2/2026).

Tak hanya warga sipil, sejumlah guru dan tenaga kesehatan yang bertugas di Kampung Yaniruma juga ikut mengungsi demi keamanan. Kondisi ini membuat aktivitas pelayanan pendidikan dan kesehatan di wilayah tersebut terhenti sementara.

Saat ini, aparat gabungan TNI dan Polri masih disiagakan di Kampung Yaniruma guna menjamin keamanan dan mencegah gangguan lanjutan. Aparat berupaya mensterilkan lokasi agar situasi kembali kondusif.

“Aparat kini berupaya mensterilkan lokasi agar kembali aman seperti dulunya. Setelah situasi dinyatakan kondusif, kami berharap warga yang mengungsi dapat kembali dan pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan seperti biasa,” kata Yusuf. dilansir dari compas.com

Seperti diberitakan sebelumnya, Pesawat Smart Air ditembak saat berada di lapangan terbang Korowai. Insiden tersebut mengakibatkan pilot dan co-pilot meninggal dunia, serta kembali memunculkan kekhawatiran atas situasi keamanan di wilayah pedalaman Papua Selatan.

Hingga kini, aparat masih melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang diduga bertanggung jawab atas penembakan tersebut. (Ris)