KENDARI – Bulan suci Ramadan semakin dekat, dan Pemerintah Kota Kendari merespon itu dengan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM). GPM resmi dimulai Senin (9/2) selama 5 hari berturut-turut, bukan hanya menyediakan kebutuhan pokok dengan harga merakyat, tapi juga mengajak seluruh pihak untuk berbagi kebahagiaan melalui BAZNAS.1

Dipimpin Asisten I Setda Kota Kendari Adriana Musarudin yang mewakili Wali Kota, acara ini menghadirkan berbagai kebutuhan pokok yang siap diburu masyarakat. Mulai dari beras, gula pasir, telur, hingga rempah-rempah dengan harga jauh lebih terjangkau dari pasar biasa. Dinas Pertanian juga turut andil dengan menyajikan sayuran segar dengan harga yang menggoda.

Salah satu daya tarik utama adalah beras Sistem Pengadaan Harga Pasar (SPHP) yang dijual hanya Rp50 ribu per 5 kilogram – dengan batas maksimal 10 kilogram per orang. Dinas Ketahanan Pangan menyediakan sebanyak 2,5 ton beras setiap harinya, jadi tak perlu khawatir kehabisan.

Tak berhenti di situ, BAZNAS juga turut menyemarakkan acara dengan memberikan bantuan dana tunai total Rp40 juta. Sebanyak 100 Kepala Keluarga (KK) berhak mendapatkan bantuan sebesar Rp400 ribu per keluarga, jadi bisa lebih tenang menyambut bulan suci.

Kerumunan warga bahkan terlihat ramai mengantre di stand BAZNAS dan stan beras, bukti bahwa program ini sangat dinantikan masyarakat.

“GPM adalah bukti bahwa pemerintah selalu ada di sisi masyarakat, memastikan pangan cukup, harga terjangkau, dan distribusi lancar agar ibadah Ramadan bisa dijalankan dengan khusyuk,” ujar Adriana.

Dia mengungkapkan bahwa tahun 2025, Pemkot Kendari sudah sukses menjalankan GPM sebanyak 120 kali. Tahun 2026, target dinaikkan menjadi 150 kali – dan hingga Januari saja sudah ada 20 kali kegiatan yang digelar di berbagai kelurahan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Abd Rauf menegaskan bahwa intensitas GPM di awal tahun ini berjalan tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), berkat kolaborasi erat dengan banyak pihak mulai dari Kadin Sultra, Kadin Kendari, Bank Indonesia, BAZNAS, hingga perusahaan besar seperti PT Sosro, PT Kalbe, dan TNI melalui Program TMMD.

“Kalau pangan murah sering ada di sekitar kita, harga di pasar juga akan stabil. Masyarakat tidak perlu repot jauh-jauh ke pasar karena kebutuhan dasar sudah ada di dekat rumah,” jpungkasnya.