Menkes Ingatkan Bahaya Ngemil Gorengan, Satu Biji Bisa Setara Kalori Makan Siang
KendariNews.com-Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (BGS) mengingatkan masyarakat Indonesia untuk lebih waspada terhadap kebiasaan ngemil gorengan. Meski terlihat kecil dan ringan, gorengan ternyata menyimpan kalori tinggi yang berpotensi memicu kenaikan berat badan jika dikonsumsi berlebihan.
Melalui unggahan video bertajuk Budi Gemar Sharing di akun Instagram pribadinya, @bgsadikin, Menkes membagikan pengalaman pribadinya saat masih rutin mengonsumsi gorengan. Ia menyebutkan, satu potong gorengan seperti bakwan, tempe, atau tahu isi mengandung sekitar 100 hingga 150 kalori.
“Kalau makan satu gorengan seperti ini, nggak bikin kenyang kita. Kalorinya antara 100 sampai 150,” ujar Budi dalam video tersebut.
Menurutnya, masalah utama gorengan bukan hanya pada kandungan kalorinya, tetapi juga karena tidak memberikan rasa kenyang. Hal ini membuat seseorang cenderung mengonsumsi lebih dari satu gorengan dalam sekali makan. Budi mengaku, dahulu ia bisa menghabiskan tiga hingga empat gorengan dalam satu waktu.
Semua jenis gorengan umumnya digoreng dalam minyak panas dan dilapisi tepung, sehingga kalorinya tetap tinggi meskipun ukurannya kecil. Jika dikalkulasikan, konsumsi tiga hingga empat gorengan dapat menyumbang sekitar 300 hingga 450 kalori, setara dengan satu porsi makan siang lengkap.
“Banyak orang tidak sadar, ngemil gorengan bisa sama kalorinya dengan makan berat,” jelasnya. dilansir dari Cna.id
Kalori Sulit Terbakar Tanpa Aktivitas Fisik
Budi menekankan bahwa kalori dari gorengan tidak mudah terbakar tanpa olahraga. Ia mencontohkan, untuk membakar kalori dari satu gorengan saja, seseorang dengan berat badan sekitar 70 kilogram perlu berlari hingga 5 kilometer atau melakukan treadmill selama kurang lebih 15 menit.
“Gara-gara makan cuma satu kayak gini, saya harus treadmill 15 menit,” katanya.
Meski diakui memiliki rasa yang menggugah selera, konsumsi gorengan secara berlebihan dapat memicu kenaikan berat badan secara perlahan. Oleh karena itu, Menkes mengingatkan masyarakat yang sering mengeluh berat badan naik untuk mulai mengevaluasi kebiasaan ngemil gorengan.
Sebagai solusi, ia mendorong masyarakat untuk menerapkan pola makan gizi seimbang yang terdiri dari karbohidrat kompleks, protein, dan asupan serat yang cukup.
“Mulai sekarang makanlah yang gizi seimbang,” tegas Budi, dikutip dari Cna.id. (ris)
