KENDARINEWS.COM-– Setelah melakukan audiensi dengan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Kamis (22/1) lalu, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mengonfirmasikan bahwa kerja sama yang diperkuat akan segera diwujudkan dalam bentuk langkah-langkah operasional konkret untuk menjamin keamanan dan kelancaran distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) serta Liquefied Petroleum Gas (LPG) di wilayah tersebut.
Pertemuan yang berlangsung di Markas Polda Sultra dihadiri oleh Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, bersama jajaran manajemen, serta Kapolda Sultra Irjen Pol. Didik Agung Widjanarko, S.I.K., M.H., beserta pejabat tinggi terkait.
Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak tidak hanya membahas gambaran operasional penyaluran energi saat ini, tetapi juga menyusun peta jalan kolaborasi yang mencakup beberapa poin strategis. Di antaranya adalah peningkatan patroli khusus di rute distribusi yang memiliki tantangan geografis tinggi, koordinasi informasi terkait potensi gangguan, serta pelatihan bersama untuk petugas Pertamina dan personel kepolisian dalam menangani situasi darurat terkait energi.
“Kita menyadari bahwa Sulawesi Tenggara memiliki karakteristik wilayah yang unik dengan banyak daerah terpencil dan akses yang terbatas. Sinergi dengan Polda Sultra bukan hanya tentang keamanan fisik, tetapi juga bagaimana kita bisa memastikan energi sampai tepat waktu kepada masyarakat yang membutuhkannya, termasuk untuk mendukung aktivitas ekonomi dan pelayanan publik,” ujar Deny Sukendar.
Kapolda Sultra Irjen Pol. Didik Agung Widjanarko menegaskan bahwa pengamanan distribusi energi masuk dalam kategori prioritas karena berkaitan dengan objek vital nasional. “Kami telah menugaskan Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) dan Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) untuk bekerja lebih erat dengan tim Pertamina. Selain itu, kita akan mengoptimalkan penggunaan teknologi pemantauan di titik-titik penting guna mencegah terjadinya praktik yang tidak diinginkan dan memastikan pasokan energi tetap stabil,” jelasnya.
T. Muhammad Rum, Area Manager Communication, Relation, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, menambahkan bahwa kolaborasi ini juga akan memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan energi dan pemenuhan standar keamanan operasional. “Kita akan melakukan sosialisasi bersama kepada masyarakat tentang pentingnya menggunakan energi secara bijak dan melaporkan setiap aktivitas yang mencurigakan terkait distribusi BBM maupun LPG,” ucapnya.
Sebagai tindak lanjut dari audiensi tersebut, kedua pihak akan mengadakan rapat teknis pada awal Februari 2026 untuk menyusun perjanjian kerja sama yang jelas dan menetapkan indikator keberhasilan kolaborasi. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan energi bagi masyarakat Sultra dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
