Kendarinews.com – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menegaskan bahwa aktivitas ekspor mobil produksi Indonesia ke berbagai negara di kawasan Amerika Latin tetap berjalan lancar meski terdapat gejolak politik di beberapa tujuan pasar, termasuk di Venezuela.
Deputy of Sales & Marketing Managing Director SIS, Dony Ismi Saputra, menyatakan bahwa dinamika politik di Venezuela tidak berdampak signifikan terhadap kinerja ekspor Suzuki, karena Venezuela bukan merupakan pasar utama ekspor kendaraan Suzuki Indonesia. Fokus utama ekspor tetap ke Meksiko dan pasar lain di Amerika Latin. Menurutnya, meskipun ada dampak dari ketidakstabilan di beberapa negara tujuan, kondisi tersebut masih bisa dikendalikan dan belum mengganggu keseluruhan rantai pasok ekspor.
“Venezuela bukan tujuan utama kami; ekspor ke Meksiko jauh lebih besar. Dampaknya memang ada, tetapi masih minim dan bisa kami tangani, sehingga operasional ekspor secara umum tetap stabil,” ujar Dony saat ditemui di Jakarta Selatan, dikutip dari Kompas.com. Selasa (13/1/2026).
Indonesia selama ini menjadi salah satu basis produksi utama Suzuki untuk melayani kebutuhan dalam negeri sekaligus pasar ekspor global. Sejumlah model andalan seperti Suzuki Ertiga dan Suzuki XL7 telah dikapalkan dari pabrik di Indonesia ke berbagai negara di Amerika Latin dan wilayah lain seperti Asia, Timur Tengah, dan Afrika. Data internal menunjukkan bahwa model–model ini menjadi tulang punggung kinerja ekspor Suzuki Indonesia karena cocok dengan permintaan di pasar berkembang.
Selain memaksimalkan model-model populer tersebut, Suzuki juga memperluas basis produksi dan diversifikasi pasar dengan mengirimkan unit baru seperti Suzuki Fronx, yang diproduksi di pabrik Cikarang dan diregistrasikan untuk pasar ASEAN dan ekspor lainnya. Strategi ini mendukung komitmen Suzuki untuk memperkuat Indonesia sebagai pusat produksi bagi kawasan regional maupun global.
Kondisi ini terjadi di tengah tren proteksionisme global yang membuat sejumlah negara, termasuk Meksiko, memberlakukan kebijakan tarif perdagangan baru. Misalnya tarif impor di Meksiko yang direncanakan meningkat tajam pada 2026, yang berpotensi mempengaruhi eksportir otomotif dari Asia termasuk Indonesia. Namun, Suzuki Indonesia tetap optimistis bahwa strategi diversifikasi pasar dan fokus pada produk sesuai permintaan lokal akan menjaga stabilitas ekspor.
Komitmen Suzuki memperkuat peran Indonesia sebagai basis produksi global menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan ekspor ke berbagai wilayah, sekaligus meminimalkan gangguan terkait perubahan kebijakan di negara tujuan tertentu.(ris)
