KENDARINEWS.COM-Hujan deras yang mengguyur kawasan Puncak Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, selama beberapa hari menyebabkan tanah longsor di perbatasan Desa Blarang dan Desa Kayukebek, Kecamatan Tosari. Material longsor sempat menutup akses jalan antar desa, namun kini sudah bisa dilalui kendaraan bermotor setelah warga dan perangkat desa meminggirkan material tersebut secara bertahap.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menjelaskan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan perangkat desa setempat untuk mengevakuasi material longsor. “Setelah longsor terjadi pada Sabtu (27/12/2025), akses jalan mulai normal pada Senin (29/12/2025). Pengendara motor sudah bisa melintas,” kata Sugeng, yang dilansir dari KOMPAS.com.
Menurut Sugeng, longsor terjadi pada tebing di sisi jalan perbatasan kedua desa tersebut akibat hujan deras yang berlangsung beberapa hari. Meski tidak menimbulkan korban jiwa di Tosari, Sugeng mengingatkan bahwa wilayah ini termasuk rawan bencana longsor karena berada di kawasan pegunungan dengan curah hujan tinggi.
Ia menambahkan, sebelumnya pada 5 Desember 2025, sebuah longsor di Desa Tlogosari, Kecamatan Tutur, menewaskan seorang peternak bernama Sueb saat menyelamatkan sapinya. Karena itu, pihak BPBD terus mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi longsor, khususnya di Kecamatan Tosari dan Tutur.
BPBD Kabupaten Pasuruan juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan kondisi tebing yang rawan longsor dan selalu memantau informasi cuaca sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.(*)
