Konawe Selatan Terapkan Intervensi Langsung Cegah Stunting

KENDARINEWS.COM — Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan mulai menggeser strategi penanganan stunting dari sekadar seremoni ke intervensi langsung di lapangan. Melalui program Aksi Cegah Stunting, anak balita, baduta stunting, dan ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) menjadi sasaran pendampingan intensif.

Seperti yang dilakukan Ketua TP-PKK Konsel sekaligus Kepala Dinas Kesehatan, Nurlita Jaya AS, bersama tim. Mereka menyasar warga di Desa Alengge Agung, Desa Ataku, Kelurahan Alangga, dan Kelurahan Potoro, Jumat (19/12) lalu.

Intervensi dilaksanakan berdasarkan hasil pendataan lapangan. Selain bantuan nutrisi berupa susu, beras, telur, ayam, tahu, tempe, dan sayuran, tim juga menilai langsung kondisi rumah, sanitasi lingkungan, serta pola asuh keluarga.

“Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan faktor penyebab stunting ditangani secara menyeluruh,” ungkapnya.

Menurut Nurlita, stunting tidak cukup diselesaikan dengan bantuan pangan sesaat. Perubahan perilaku keluarga menjadi kunci, mulai dari gizi ibu hamil, pemeriksaan kehamilan rutin, pemberian ASI eksklusif, hingga kebersihan lingkungan.

“Peringatan Hari Ibu kita jadikan momentum untuk menguatkan peran ibu sebagai garda terdepan pencegahan stunting,” ujarnya.

Pemerintah daerah menargetkan penurunan stunting melalui kolaborasi lintas sektor dan pendampingan berkelanjutan di tingkat desa dan kelurahan.

“Kami berharap model intervensi langsung berbasis data ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mempercepat penurunan angka stunting, demi menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif,” pungkasnya.