Jelang Nataru, KAI Daop 5 Purwokerto Siagakan 58 Petugas di Jalur Rawan Longsor dan Banjir

KENDARINEWS.COM-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto meningkatkan kewaspadaan menghadapi Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 dengan menyiagakan 58 petugas ekstra di sejumlah jalur rawan bencana alam. Langkah ini dilakukan untuk menjamin keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api di tengah meningkatnya curah hujan.

Vice President KAI Daop 5 Purwokerto, Mohamad Arie Fathurrochman, mengatakan puluhan petugas tambahan tersebut ditempatkan di tiga titik jalur kereta api yang berpotensi terdampak banjir dan longsor. Pernyataan itu disampaikan usai memimpin Apel Gelar Pasukan Angkutan Nataru di halaman Kantor Daop 5 Purwokerto, Kamis (18/12/2025), yang dilansir dari KOMPAS.com.

“Sebanyak 58 petugas ekstra kami siagakan, terdiri dari 50 petugas pemeriksa jalur tambahan, lima petugas penjaga lintasan ekstra, serta tiga petugas untuk pengawasan daerah khusus,” ujar Arie.

Ia menjelaskan, penempatan personel dilakukan berdasarkan hasil pemetaan risiko bersama instansi terkait. Tiga titik yang menjadi perhatian utama berada di wilayah Lebeng Cilacap hingga Banjar yang memiliki potensi longsor, jalur Jeruklegi Kabupaten Cilacap yang pernah terdampak banjir, serta lintas Purwokerto–Linggapura yang mengalami gerusan sungai mendekati badan rel.

“Di Purwokerto–Linggapura, penanganan awal sudah dilakukan oleh Balai Teknik Perkeretaapian agar gerusan tidak mencapai jalur rel,” jelasnya.

Menurut Arie, petugas ekstra akan segera digerakkan ke titik rawan apabila terdapat peringatan hujan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Pemantauan intensif ini diharapkan mampu meminimalkan gangguan perjalanan kereta api selama masa libur akhir tahun.

Selain pengamanan jalur, KAI Daop 5 Purwokerto juga memperkuat aspek keamanan dengan menyiapkan total 325 personel. Ratusan personel tersebut terdiri atas 263 anggota Polsuska dan petugas keamanan, tujuh personel kewilayahan rutin, serta 54 personel pengamanan eksternal dari unsur TNI dan Polri.

“Seluruh personel akan bertugas mengamankan perjalanan kereta api, stasiun, serta melakukan patroli mobile di jalur dan objek vital seperti depo lokomotif dan kereta,” tutup Arie.(*)