Bupati Konut Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Cuaca Ekstrem

KENDARINEWS.COM — Pemerintah Kabupaten Konawe Utara (Pemkab Konut) memperkuat langkah mitigasi bencana menghadapi potensi cuaca ekstrem. Bupati Konut, H. Ikbar, telah mengeluarkan surat peringatan dini siaga darurat bencana ekstrem sebagai bentuk antisipasi dan perlindungan terhadap masyarakat.

Surat peringatan dini bernomor 300.2/5243 diterbitkan berdasarkan Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri RI Nomor 300.2.8/9333/SJ tertanggal 18 November 2025 tentang kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Selain itu, peringatan ini juga merujuk pada informasi cuaca dari BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, serta SK Bupati Konawe Utara Nomor 498 Tahun 2025 tentang penetapan status siaga darurat abrasi pantai dan gelombang pasang.

Bupati Ikbar menjelaskan, wilayah Konut berpotensi mengalami cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir, kilat, dan angin kencang. Ketua DPW PBB Sultra ini mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Diharapkan seluruh pemangku kepentingan, masyarakat, dunia usaha, serta akademisi dapat bersinergi meningkatkan kewaspadaan. Sebab, penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama,” ungkap Ikbar, Rabu (17/12/2025).

Bupati Ikbar juga memerintahkan seluruh camat dan kepala desa untuk proaktif melaporkan kondisi wilayahnya masing-masing, terutama jika terjadi bencana. “Pemerintah kecamatan dan desa harus melakukan sosialisasi, serta pelatihan kepada masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana,” jelasnya.

Menurut Ikbar, Konawe Utara merupakan daerah yang rentan terhadap bencana alam, khususnya cuaca ekstrem, karena letak geografisnya berada di antara dua benua dan dua samudera. Kondisi ini membuat wilayahnya sangat dipengaruhi oleh dinamika iklim global, termasuk aktifnya Monsun Asia dan suhu hangat permukaan laut yang memicu pembentukan awan hujan.

“Fenomena cuaca ekstrem dalam 30 hari terakhir terjadi cukup sering dan telah memicu berbagai bencana seperti banjir, abrasi pantai, dan angin puting beliung di sejumlah kecamatan,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konawe Utara telah membentuk posko kesiapsiagaan, melakukan pemantauan intensif terhadap informasi cuaca dari BMKG, serta menyiapkan sarana dan prasarana pendukung penanggulangan bencana.

“Kami akan terus melakukan penyebarluasan informasi potensi bencana kepada masyarakat melalui berbagai saluran informasi agar kesiapsiagaan dapat terbangun secara menyeluruh,” pungkas Bupati Ikbar.