KENDARINEWS.COM–Pemerintah Kota Kendari kembali melakukan penyegaran jabatan di lingkungan pendidikan. Sebanyak 111 kepala sekolah resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya pada Jumat (12/12/2025). Mereka terdiri dari 20 kepala TK negeri dan swasta, 65 kepala SD negeri dan swasta, serta 19 kepala SMP negeri dan swasta.
Pelantikan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh para pejabat pemerintah, pengawas sekolah, jajaran Dinas Pendidikan, serta insan pers.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kendari menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan kuat kepada para kepala sekolah yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa amanah ini bukan sekadar jabatan struktural, tetapi tanggung jawab moral untuk membentuk masa depan daerah melalui dunia pendidikan.
“Pelantikan ini adalah simbol kepercayaan yang diberikan kepada Bapak Ibu sekalian untuk membawa perubahan nyata menuju Kota Kendari yang semakin maju. Kepala sekolah adalah role model, penggerak budaya positif, dan ujung tombak peningkatan mutu pendidikan,” ujarnya.
Wali Kota juga mengingatkan bahwa posisi kepala sekolah sangat strategis karena menjadi penanggung jawab seluruh komponen di sekolah. Karena itu, ia meminta seluruh pimpinan satuan pendidikan untuk bekerja dengan hati dan menjunjung tinggi integritas.
“Kalau ibarat bangunan, kepala sekolah itu fondasinya. Kalau fondasinya goyang, komponen lain ikut goyang. Karena itu saya berharap, mulai hari ini hilangkan hal-hal yang tidak baik dan jadikan amanah ini sebagai jalan untuk memperbaiki diri,” katanya.
Ia juga menyinggung persoalan kedisiplinan dan perilaku asusila yang belakangan mencoreng dunia pendidikan. Menurutnya, kepala sekolah memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bersih dari tindakan yang merugikan peserta didik.
“Kasihan anak-anak kita kalau ada bibit perilaku tidak baik di lingkungan sekolah. Kepala sekolah harus mengingatkan guru-guru, bukan hanya memberikan arahan kepada siswa, tetapi juga kepada rekan-rekan pendidik,” katanya
“Kita harus melahirkan generasi yang berakhlak, disiplin, kreatif, dan memiliki daya saing. Sekolah harus menjadi lingkungan yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari kekerasan,” ujarnya.
Ia meminta para kepala sekolah membangun kolaborasi yang kuat dengan guru, komite sekolah, orang tua, dan masyarakat. Menurutnya, pendidikan bukanlah pekerjaan individu, tetapi kerja bersama.
Pelantikan tersebut sekaligus menjadi langkah awal pemerintah kota dalam mengakselerasi mutu pendidikan dan memastikan setiap sekolah dipimpin figur yang berkomitmen, profesional, dan mampu membawa perubahan positif.
