KENDARINEWS.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Kepulauan (Konkep) terus menempatkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi utama kemajuan daerah. Salah satu fokus utama adalah pembentukan pola konsumsi sehat bagi anak dan remaja, yang dianggap sangat menentukan kualitas generasi masa depan.
Wakil Bupati Konkep Muhammad Farid menegaskan bahwa usia anak dan remaja merupakan masa emas pertumbuhan yang menentukan karakter serta kemampuan generasi penerus. Untuk itu, pemerintah harus hadir memastikan generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, dan berakhlak baik.
“Masa anak-anak dan remaja itu krusial. Di fase inilah kita mencetak generasi yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tapi juga sehat, tangguh, dan berakhlak mulia,” ujar Muhammad Farid kemarin.
Orang nomor dua di Pulau Kelapa ini mengakui bahwa persoalan gizi di Indonesia, termasuk di Konkep, masih cukup kompleks. Daerah masih menghadapi tantangan serius berupa triple burden of malnutrition, yaitu kekurangan gizi, kelebihan gizi atau obesitas, serta kekurangan zat gizi mikro seperti anemia.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak lepas dari pola konsumsi yang keliru dan minimnya pemahaman tentang pangan yang baik di kalangan generasi muda. “Ini sangat dipengaruhi oleh pola konsumsi dan pengetahuan tentang pangan. Banyak anak yang makan asal kenyang, bukan memperhatikan nilai gizinya,” jelasnya.
Sebagai langkah perbaikan, Pemkab Konkep mulai mendorong penerapan konsep B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman). Mantan Anggota DPRD Konkep ini menekankan bahwa B2SA bukan sekadar slogan, tetapi pedoman yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, dengan empat prinsip utama: Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman.
“Penerapan B2SA bisa dimulai dari hal kecil, misalnya bekal yang anak-anak bawa dari rumah. Bekal itu harus bukan sekadar enak, tapi juga bergizi untuk menunjang konsentrasi dan energi selama belajar,” katanya.
Ketua DPD II Partai Golkar Konkep ini juga mengingatkan agar anak-anak mengurangi jajanan tidak sehat yang tinggi gula, garam, dan lemak. Untuk itu, Pemkab Konkep berkomitmen mendorong perbaikan pola konsumsi melalui kolaborasi lintas OPD.
“Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Ketahanan Pangan akan kita sinergikan. Kita ingin sekolah-sekolah semakin bebas dari jajanan tidak sehat,” tegasnya.
Selain itu, pemerintah tengah mendorong gerakan “One Day No Rice” sebagai upaya diversifikasi pangan berbasis potensi lokal. Wakil Bupati Konkep mengajak seluruh orang tua, guru, dan masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya makan sehat di lingkungan keluarga dan sekolah.
“Mari jadikan ini gerakan bersama. Kita ingin melahirkan generasi Konawe Kepulauan yang cerdas, energik, dan sehat. Generasi inilah yang akan membawa daerah kita jauh lebih maju,” pungkasnya.
