KENDARINEWS.COM — Ditunjuknya Kota Kendari sebagai tuan rumah forum internasional Executive Bureau Meeting United Cities and Local Governments (UCLG) Asia Pacific Tahun 2026 diproyeksikan membawa manfaat besar bagi daerah. Tidak hanya bagi Kota Kendari, tetapi juga bagi Provinsi Sulawesi Tenggara secara keseluruhan.
Wakil Gubernur Sultra, Ir. Hugua, menegaskan bahwa forum internasional tersebut dapat membuka peluang kerja sama global yang konkret. Salah satu dampak langsung yang ia nilai realistis adalah peluang ekspor langsung produk perikanan dan perkebunan Sulawesi Tenggara ke Tiongkok maupun negara lainnya.
“Simulasi ini sangat realistis. Jika tercapai, dampaknya tidak hanya bagi Kota Kendari, tetapi pertumbuhan ekonomi seluruh kawasan Sultra,” ujar Hugua dalam paparannya pada pertemuan di Kantor Wali Kota Kendari, Selasa (9/12/2025).
Pandangan serupa disampaikan Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC, Bernadia Irawati Tjandradewi. Ia menyebut bahwa status Kendari sebagai tuan rumah memberikan peluang besar untuk memperluas jejaring kemitraan global serta membuka ruang investasi baru bagi daerah.
“Sangat penting Pemkot dan Pemprov menyiapkan rencana investasi (investment plan) yang jelas, agar investor memahami sektor prioritas daerah ini. Seperti sektor pertanian, industri, dan pariwisata,” tegas Bernadia.
Ia juga menyoroti skala besar UCLG ASPAC sebagai organisasi internasional. Bernadia menjelaskan bahwa jika PBB memiliki 198 negara anggota, UCLG melibatkan lebih dari 250 ribu pemerintah daerah dari 144 negara di seluruh dunia.
“Kota Kendari, untuk pertama kalinya, masuk dalam global mapping. Ini luar biasa,” ujarnya memuji.
Forum UCLG ASPAC 2026 juga akan mengangkat agenda ASEAN Community Vision 2045, di mana Kendari dijadwalkan menjadi tuan rumah dialog antara pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan dari 11 negara ASEAN.
