KENDARINEWS.COM — TNI Angkatan Darat (TNI AD) tengah membangun jembatan bailey di wilayah Jorong Sikabau, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, Sumatera Barat. Jembatan ini dibangun untuk menghubungkan jalan yang sebelumnya terputus akibat banjir bandang yang melanda daerah tersebut.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigadir Jenderal TNI Donny Pramono, mengatakan pembangunan jembatan dilakukan melalui Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol. “Kita mengerahkan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol untuk membangun jembatan di lokasi tersebut,” ujar Donny saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (9/12).
Dikutip dari politeknikpu.ac.id, jembatan bailey merupakan jenis jembatan darurat atau sementara, biasanya terbuat dari panel logam yang mudah dipasang dan dipindahkan. Jembatan ini umumnya dibangun dalam kondisi mendesak, termasuk saat perang, bencana alam, atau situasi darurat lain yang membutuhkan akses cepat.
Brigjen Donny menjelaskan, pembangunan jembatan bailey sudah dimulai sejak Senin (8/12) dengan melibatkan personel dari Denzipur 2/Prasada Sakti Payakumbuh, Batalyon TP 896/Serumpun Pseko Jambi, dan Koramil 07/Air Bangis. Personel dari Satuan Zeni saat ini tengah menata fondasi, menyusun panel baja, serta merakit struktur bailey yang dikenal cepat dan efisien untuk situasi darurat.
“Setiap komponen dirakit dengan cermat untuk memastikan keamanan dan ketahanan jembatan. Kami belum bisa memastikan kapan jembatan akan selesai, tetapi kami akan bekerja secepat dan semaksimal mungkin,” kata Donny.
Ia menambahkan, pembangunan jembatan ini diharapkan mampu memperlancar distribusi bantuan ke masyarakat terdampak, memulihkan mobilitas warga, serta mendukung kebangkitan kembali aktivitas ekonomi pascabencana. “Akses baru ini sangat penting bagi warga agar dapat kembali menjalankan kegiatan sehari-hari dengan lancar, sekaligus mempercepat pemulihan daerah,” jelasnya.
Pemerintah dan TNI AD menegaskan komitmen untuk menghadirkan fasilitas darurat yang aman, cepat, dan efektif, sebagai bagian dari respons tanggap darurat pascabencana. Jembatan bailey dipilih karena sifatnya yang modular dan cepat dipasang, sehingga dapat segera digunakan warga untuk keperluan transportasi dan distribusi logistik.
Hingga saat ini, masyarakat setempat menyambut baik kehadiran jembatan darurat ini, mengingat akses yang terputus sebelumnya menimbulkan kesulitan dalam mobilitas dan pengiriman bantuan. Pihak TNI AD berharap jembatan ini menjadi solusi sementara yang dapat menopang kebutuhan warga hingga infrastruktur permanen dapat diperbaiki.
Dengan langkah ini, TNI AD menunjukkan peran strategisnya dalam penanganan pascabencana, tidak hanya melalui bantuan kemanusiaan, tetapi juga pemulihan sarana vital untuk mendukung kehidupan masyarakat terdampak. (jpnn)
