Limq Atlet Sultra Raih 4 Emas, 1 Perak di Kejurnas III Khmer Indonesia

KENDARINEWS.COM- – Lima atlet asal Sulawesi Tenggara (Sultra) yang berseragam Patriot 143 Fighting Camp berhasil menorehkan prestasi membanggakan di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) III Kun Khmer Indonesia yang berlangsung pada 4–7 Desember 2025 di Kota Makassar. Kontingen yang seluruhnya berpartisipasi dengan biaya pribadi ini sukses meraih 4 medali emas dan 1 medali perak dari ajang yang diikuti 105 atlet dari 10 provinsi.

Kelima atlet yang mewakili Sultra adalah: Alimudin (kelas 60 kg semi pro putra) – emas, Afrijal (54 kg semi pro putra) – emas, Rahma Faucia (54 kg senior putri) – emas, Heppy Amelda Tuada (51 kg junior putri) – emas, Muhammad Kurniawan (67 kg senior putri) – perak

Pelatih Patriot 143 Fighting Camp, Azis Priyatno, menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi para atletnya yang berjuang tanpa dukungan keuangan dari daerah. “Mereka turun dengan persiapan mandiri dan biaya pribadi, tetapi tetap menunjukkan disiplin dan mental juara,” ujarnya dalam keterangan resmi pada Senin (8/12/2025).

Menurut Azis, pencapaian tersebut merupakan hasil latihan intensif selama beberapa bulan. “Semoga ke depan, kami bisa lebih berpartisipasi lagi dan terus membawa nama daerah ke event nasional berikutnya,” harapnya.

Rahma Faucia, peraih emas senior putri yang juga alumni Apoteker Universitas Mandala Waluya, mengaku bersyukur bisa membuktikan kemampuan atlet Sultra. “Saya ingin membuktikan bahwa atlet Sulawesi Tenggara mampu bersaing. Medali ini saya persembahkan untuk keluarga dan pelatih,” ucap sang atlet yang akrab disapa Uci.

Sementara itu, Heppy Amelda Tuada menyebut kemenangan di kategori junior putri sebagai momen paling berharga dalam kariernya. “Saat tangan saya diangkat sebagai pemenang, rasa syukur, bangga, dan haru bercampur menjadi satu. Ini bukan hanya milik saya, tetapi milik semua yang mendukung tanpa henti,” ungkapnya, menambahkan bahwa prestasi ini diharapkan bisa memotivasi atlet muda.

Alimudin, peraih emas putra, mengajak pemangku kebijakan di Sultra untuk memperhatikan atlet beladiri. “Kami berharap prestasi ini membuka peluang lebih besar untuk mendapatkan fasilitas dan dukungan yang memadai,” katanya.

Keberhasilan kelima atlet tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya lebih banyak talenta beladiri dari Bumi Anoa serta memperkuat eksistensi daerah pada ajang olahraga nasional, khususnya dalam cabang Kun Khmer.

Sebagai informasi, Kun Khmer adalah seni bela diri tradisional asal Kamboja yang secara teknik mirip dengan Muay Thai, namun memiliki identitas dan karakter sendiri