KENDARINEWS.COM — Presiden Joko Widodo Prabowo Subianto menyetujui alokasi anggaran Rp 60 juta per rumah untuk membantu pengungsi yang rumahnya hancur atau rusak akibat banjir bandang di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Keputusan ini disampaikan setelah Kepala BNPB, Suharyanto, melaporkan kondisi pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi para korban.
“Per hari ini, rumah masyarakat yang rusak mencapai 37.546 unit, termasuk rusak berat hingga hilang tersapu banjir, rusak sedang, dan ringan,” ujar Suharyanto, Senin (8/12). Data ini masih bersifat sementara karena pendataan bersama Kementerian Pekerjaan Umum terus berlangsung.
Suharyanto menjelaskan, hunian sementara akan dibangun oleh anggota TNI dan Polri yang tergabung dalam satuan tugas penanggulangan bencana, sedangkan hunian tetap dibangun oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. “Untuk rumah yang rusaknya tidak terlalu parah, akan diperbaiki oleh satgas BNPB,” tambahnya.
Terkait anggaran, Suharyanto mengusulkan Rp 60 juta per rumah untuk hunian tetap. Presiden Prabowo menyetujui angka tersebut dengan catatan menyesuaikan kenaikan harga dan inflasi. “Rp 60 juta karena tidak relokasi, penerima bisa menambah dengan dana sendiri jika ingin. Tidak diberikan dalam bentuk uang tunai agar dana digunakan sesuai tujuan,” kata Suharyanto.
Sementara itu, hunian sementara dialokasikan sebesar Rp 30 juta per rumah, dengan luas 36 meter persegi yang dilengkapi fasilitas kamar, sarana MCK, dan ruang pendukung lainnya. Kebijakan ini diharapkan mempercepat pemulihan korban banjir dan memberikan hunian yang layak serta aman bagi masyarakat terdampak. (jpnn)
