Pascasarjana IAIN Kendari Gelar Seminar Internasional

KENDARINEWS.COM — Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menggelar Seminar Internasional bertema “Indonesian Role for The Global Peace” beberapa waktu lalu. Kegiatan ini diikuti oleh dosen, pegawai, serta mahasiswa program sarjana dan magister IAIN Kendari.

Seminar yang berlangsung secara hybrid ini menghadirkan tiga narasumber internasional. Bobur Baxsitdhovich Sobirov, Ph.D., dari Samarkand Branch of Tashkent State University of Economics hadir secara daring melalui Zoom Meeting. Sementara itu, dua narasumber lainnya Muhammad Fahad Malik (LLB Hons, LLM, Punjab Pakistan) dan Stephen Haydon, M.Phil (Notre Dame University, Perth) menyampaikan materinya secara langsung di Ruang Amphiteater Gedung Multimedia IAIN Kendari.

Rektor IAIN Kendari, Prof. Dr. Husain Insawan, M.Ag., menegaskan pentingnya seminar tersebut sebagai wadah akademik untuk memperkuat kontribusi Indonesia dalam isu perdamaian global.

“Indonesia memiliki mandat konstitusional dan moral untuk turut serta menciptakan perdamaian dunia. Kami mendukung langkah dan fokus Presiden Prabowo yang menempatkan diplomasi kemanusiaan, termasuk dalam isu Palestina, sebagai prioritas kebijakan luar negeri,” ujarnya.

Dalam sesi pemaparan, para narasumber mengulas perspektif hukum internasional terhadap pendekatan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong perdamaian, khususnya terkait konflik Palestina. Mereka menilai bahwa sejak 1945 Indonesia konsisten menolak kolonialisme dan mendukung hak penentuan nasib sendiri bagi Palestina melalui diplomasi politik, bantuan kemanusiaan, serta keaktifan dalam forum internasional. Di era Presiden Prabowo, kebijakan luar negeri Indonesia dianggap tetap sejalan dengan konstitusi, namun dengan pendekatan yang lebih humaniter, pragmatis, dan efektif.

“Para pakar juga menilai pendekatan Presiden Prabowo—seperti dorongan gencatan senjata, diplomasi kemanusiaan, kesiapan mengirim bantuan medis, dan dukungan terhadap mekanisme hukum internasional seperti ICC—semakin diterima komunitas global. Dengan pendekatan tersebut, Indonesia dinilai semakin kredibel dalam arsitektur perdamaian dunia oleh negara Barat, Timur Tengah, Uni Eropa, dan lembaga-lembaga PBB,” jelas Prof. Husain.

Ia menambahkan bahwa seminar internasional tersebut menghasilkan Policy Brief sebagai rumusan pandangan akademik.

“Rumusan ini adalah suara akademik yang lahir dari pandangan ilmiah dan keprihatinan kemanusiaan. Kami berharap rekomendasi ini menjadi masukan strategis bagi pemerintah dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang konsisten memperjuangkan perdamaian,” tegasnya.

Policy brief tersebut memuat enam komunike bersama: mendukung sepenuhnya langkah strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan perdamaian dunia; menegaskan posisi Indonesia sebagai negara nonblok; mendorong peran aktif Indonesia dalam penyelesaian konflik global sesuai amanat UUD 1945; menyatakan komitmen Indonesia memberikan bantuan kemanusiaan dalam setiap konflik; mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan menolak penggunaan senjata; serta mendesak seluruh negara menghormati posisi Indonesia dalam proses penyelesaian konflik.

“Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat kontribusi akademik IAIN Kendari dalam mendorong diplomasi dan upaya perdamaian internasional,” pungkas Prof. Husain.