Bupati Minta Hunian dan Fasilitas Darurat Diprioritaskan untuk Korban Banjir Lokop

KENDARINEW.COM — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Alfarlaky, menegaskan bahwa kebutuhan paling mendesak bagi warga terdampak banjir besar di Lokop adalah penyediaan hunian sementara. Ribuan warga hingga kini masih bertahan di pengungsian setelah rumah mereka hilang atau rusak berat akibat terjangan banjir yang melanda kawasan tersebut.

“Kebutuhan paling mendesak korban bencana di Lokop, Kabupaten Aceh Timur adalah rumah hunian sementara karena rumah mereka hilang dan rusak berat,” ujar Iskandar di Aceh Timur, Jumat (5/12). Dilansir dari jpp.com

Menurutnya, kondisi warga di Lokop dan sekitarnya masih sangat memprihatinkan. Selain kehilangan harta benda, sebagian besar warga kini tidak memiliki tempat tinggal karena rumah mereka hanyut terbawa arus banjir. Situasi ini membuat proses pemulihan berjalan lambat dan memerlukan perhatian serius dari semua pihak.

Bupati Iskandar juga mengungkapkan bahwa sektor pendidikan mengalami kerusakan parah. Sekitar 70 persen bangunan sekolah di wilayah terdampak rusak, bahkan sebagian tidak dapat digunakan kembali.

“Tenda darurat untuk ruang belajar sangat dibutuhkan saat ini agar anak-anak di pedalaman Kabupaten Aceh Timur tetap bisa bersekolah. Banyak sekolah rusak berat, sehingga diperlukan tenda serta perlengkapan belajar bagi peserta didik,” jelasnya. Dilansir dari jpp.com.

Selain kebutuhan pendidikan, kelompok rentan seperti bayi, balita, dan perempuan juga membutuhkan perlengkapan khusus, di antaranya susu, popok, dan pembalut. Sementara itu, logistik bagi pengungsi seperti air bersih, perlengkapan mandi, peralatan cuci, dan pakaian masih sangat terbatas.

Sektor kesehatan pun berada dalam kondisi darurat. Pasokan obat-obatan di puskesmas dan rumah sakit sangat minim, sementara jumlah warga yang sakit pascabanjir terus bertambah.

“Ada satu rumah sakit yang dilaporkan lumpuh total akibat terendam banjir, sehingga pelayanan medis terganggu. Hampir semua ambulans juga mengalami kerusakan,” kata Iskandar. Dilansir dari jpp.com.

Ia berharap pemulihan pascabencana dapat dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya berfokus pada bantuan pangan, tetapi juga pada pemulihan tempat tinggal, pendidikan, dan layanan kesehatan.

“Warga kehilangan rumah, anak-anak tidak bisa sekolah. Kami sangat berharap adanya hunian sementara dan tenda sekolah agar kehidupan bisa kembali berjalan walau dalam keterbatasan,” tuturnya. Dilansir dari jpp.com.

Bupati menyerukan agar bantuan dari pemerintah pusat, lembaga kemanusiaan, serta pihak swasta dapat segera digerakkan guna mempercepat pemulihan wilayah terdampak banjir di Lokop.