KENDARINEWS.COM- – Di tengah geliat industri maritim Sulawesi Tenggara (Sultra), PT Panambea Jaya Shipyard (PT PJS) memulai pembangunan kapal Ship Particular Oil Barge (SPOB) berkapasitas 500 kilo liter (KL) pesanan PT Keira Oceana Shipping (PT KOS). Acara keel laying atau peletakan lunas kapal dilaksanakan di galangan kapal PT PJS, Panambea, Konawe Selatan, pada Kamis, 27 November 2025, menandai babak baru bagi industri perkapalan daerah.
Prosesi pengelasan simbolis dilakukan oleh perwakilan dari PT KOS, Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), dan Syahbandar Lapuko, sebagai simbol sinergi antara pemilik proyek, lembaga klasifikasi, dan pemerintah dalam mewujudkan proyek ini.
Syamsudin, General Manager PT PJS, menyatakan optimisme bahwa proyek ini bukan hanya sekadar kontrak bisnis, tetapi juga pembuktian kemampuan galangan lokal untuk bersaing di tingkat nasional. “Kami telah membangun ratusan kapal, dan proyek ini adalah tonggak penting bagi industri maritim Sultra,” ujarnya.
Meida Perwira Antartika, Manager Komersial PT PJS, menambahkan bahwa momentum ini adalah bukti keseriusan industri galangan nasional dalam mendorong pertumbuhan maritim Indonesia. PT PJS berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan kapal sesuai target waktu dan standar keselamatan yang telah disepakati.
Moon Elviansyah, Legal Law PT PJS, menegaskan bahwa seluruh proses pembangunan kapal akan mengikuti regulasi maritim, klasifikasi, dan standar keselamatan yang berlaku. Kepatuhan terhadap aturan menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pembangunan.
Ilham Syahrir dari BKI menyampaikan harapannya agar semakin banyak kapal yang dibangun di Sultra menggunakan register Kendari, sehingga memperkuat identitas maritim daerah. Ia mencontohkan Batam, Samarinda, dan Bitung sebagai daerah yang sukses mengembangkan industri perkapalan dengan dominasi kapal ber-register lokal.
Erwin Marinir Inspectur dari Syahbandar Lapuko menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan kapal oleh PT PJS. Ia berharap perusahaan ini dapat menjadi kekuatan baru industri perkapalan Sultra, menciptakan efek domino berupa pertumbuhan tenaga kerja, aktivitas logistik, dan reputasi maritim daerah.
Mr. Yoel Paerunan dari PT KOS mengungkapkan bahwa keputusan memilih PT PJS didasarkan pada kualitas dan kemampuan teknis yang telah terbukti. PT KOS yakin bahwa PT PJS mampu menyelesaikan kapal tanker 500 KL ini sesuai dengan waktu dan standar yang dibutuhkan.
Dengan dimulainya pembangunan kapal SPOB 500 KL ini, PT PJS tidak hanya membangun kapal, tetapi juga membangun harapan baru bagi masa depan industri maritim Sulawesi Tenggara sebagai pusat galangan kapal yang kompetitif dan berdaya saing.
