KENDARINEWS.COM- Pemerintah Provinsi Bengkulu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang diperkirakan berlangsung sepanjang Desember. Langkah ini dilakukan setelah sejumlah wilayah seperti Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara dilanda banjir besar dalam beberapa pekan terakhir.
Sekretaris BPBD Provinsi Bengkulu, Khristian Hermansyah, mengatakan hampir seluruh kabupaten/kota di Bengkulu berada dalam status waspada berdasarkan peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Hampir seluruh kabupaten dan kota di Bengkulu dalam ancaman bencana hidrometeorologi sepanjang Desember ini,” ujar Khristian di Bengkulu, Rabu (3/12/2025) yang dikutip dari Kompas.com.
Ia menjelaskan bahwa berbagai sarana pendukung telah ditinjau dan dipastikan siap digunakan. Peralatan seperti dapur bergerak, mobil tangki air bersih, serta perlengkapan respons cepat bencana seluruhnya telah melalui pengecekan teknis.
“Dapur bergerak, mobil tangki air bersih, dan seluruh peralatan sudah kami cek. Semuanya dalam kondisi fit 100 persen siaga,” katanya.
Pengecekan peralatan juga dilakukan oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni. Ia memastikan kelayakan seluruh unit logistik dan armada pendukung yang dimiliki BPBD.
“Mobil dapur umum setelah dicek dalam kondisi layak, mobil tangki air bersih juga. Kesiapan personel juga cukup baik. Kami berharap tidak ada bencana, ya, doakan,” ujar Herwan.
Tidak hanya peralatan dan personel, koordinasi lintas sektor turut diperkuat. BPBD menggandeng berbagai lembaga nonpemerintah seperti pramuka dan komunitas relawan kebencanaan untuk mempercepat respon saat terjadi bencana.
“Sejauh ini, koordinasi terus dilakukan agar bisa bergerak cepat bila bencana melanda. Itu kesiapan yang kami siapkan,” kata Khristian.
Provinsi Bengkulu dikenal memiliki berbagai potensi bencana alam, termasuk banjir, tanah longsor, gempa bumi, angin puting beliung, dan sambaran petir. Dengan meningkatnya intensitas hujan serta dinamika cuaca ekstrem akhir tahun, pemerintah provinsi meminta masyarakat tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari BPBD serta BMKG.
