KENDARINEWS.COM – PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) mengumumkan capaian kinerja impresif pada Triwulan III tahun 2025, dalam acara Media Gathering yang digelar di Tower Bank Sultra, Jumat (21/11/2025).
Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, memaparkan strategi dan hasil yang menempatkan Bank Sultra di atas rata-rata industri perbankan nasional.
Katanya Bank Sultra mencatatkan total aset sebesar Rp13,5 triliun, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp10,7 triliun, dan total kredit yang disalurkan sebesar Rp9,4 triliun. Rasio kesehatan keuangan Bank Sultra juga melampaui rata-rata bank umum nasional, dengan CAR mencapai 34,88%, NPL di level rendah 1,12%, dan rasio efisiensi operasional (BOPO) yang superior, yaitu 65,10%.
Tren laba bersih bank juga menunjukkan peningkatan yang solid, dari Rp266,4 Miliar pada tahun 2021 hingga mencapai Rp418,4 Miliar pada tahun 2024.
“Dengan fondasi keuangan yang kuat dan didukung efisiensi operasional yang unggul, kami optimis akan mampu mencapai target laba yang telah ditetapkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) untuk tahun 2025,” ujar Andri Permana Diputra Abubakar.
“Kami terus berupaya untuk mencapai kinerja terbaik pada penutupan Desember mendatang, sebagai wujud konsistensi kinerja di tengah tantangan.”tambahnya.
Andri juga mengungkapkan jika Bank Sultra akan terus mendorong transformasi digital dengan meningkatkan literasi dan layanan digital. Realisasi pengguna digital per September 2025 menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, termasuk pengguna Bank Sultra Mobile, Kartu Debit, dan QRIS.
Di sektor kredit, Bank Sultra fokus pada penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan alokasi total Rp300 Miliar dan Kredit Usaha Alsintan (Alat dan Mesin Pertanian) yang bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dengan kuota Rp15 Miliar.
“Strategi ini menegaskan peran Bank Sultra tidak hanya sebagai penyedia layanan digital modern, tetapi juga sebagai motor penggerak sektor riil dan pertanian daerah. Kami hadir untuk memastikan dana dan fasilitas kredit mengalir ke sektor-sektor produktif yang menjadi tulang punggung perekonomian Sulawesi Tenggara.” jelasnya.
Sebagai langkah strategis untuk penguatan fundamental dan pemenuhan modal inti sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Sultra menjalin Kelompok Usaha Bank (KUB) dengan Bank Jatim.
“Kemitraan ini bukan bentuk akuisisi, Bank Jatim berpartisipasi melalui penyertaan modal sebesar Rp100 miliar, yang setara dengan kepemilikan minoritas, yaitu 3,26% saham. Saham tersebut dapat dibeli kembali oleh pemegang saham daerah jika modal inti Bank Sultra sudah mencukupi Rp.3 Triliun.” tegasnya
KUB ini diharapkan membuka peluang sinergi bisnis yang positif bagi kedua bank, meningkatkan daya saing, dan mempercepat transformasi digital Bank Sultra.
Andri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemegang saham, stakeholders, nasabah setia, dan masyarakat Sulawesi Tenggara atas dukungan yang luar biasa.
“Dengan fondasi kinerja yang kuat, transformasi digital yang agresif, serta sinergi strategis melalui KUB, kami berkomitmen penuh untuk terus memajukan Bank Sultra, kami menyadari bahwa Bank Sultra masih erat dikenal sebagai bank penyalur gaji ASN. Namun, kini kami menegaskan bahwa Bank Sultra telah berevolusi menjadi Bank Umum yang modern dan kompetitif, siap menyediakan beragam produk dan layanan perbankan yang inovatif, relevan, dan unggul bagi seluruh lapisan masyarakat dan pelaku usaha di Sulawesi Tenggara.” tandasnya.
