Jangan Cuma Nangis! Ini Cara Mudah Move On Menurut Psikolog

KENDARINEWS.COM–Putus cinta bukan akhir dari dunia, tapi tidak bisa dipungkiri bahwa rasanya bisa sangat menyakitkan. Perasaan campur aduk dari sedih, kecewa, marah, hingga bingung bisa mengganggu kehidupan sehari-hari. Namun, menurut para psikolog, dengan pendekatan yang tepat dan dukungan yang memadai, proses move on bisa dijalani secara lebih sehat dan bermakna.

Kelli Harding, psikiater dari Columbia University Irving Medical Center, menyebut bahwa perpisahan romantis bisa memicu serangkaian reaksi emosional yang mendalam. Tapi yang perlu diingat adalah: setiap luka hati bisa sembuh, asal diberi waktu dan perawatan yang tepat.

DIlansir dari halodoc, berikut ini 10 tips dari para psikolog untuk membantumu pulih dan menemukan versi terbaik dari dirimu pasca putus cinta.

1. Fokus Merawat Diri

Putus cinta bisa melemahkan imun tubuh dan memicu insomnia, kata Harding. Maka dari itu, tetaplah makan sehat, tidur cukup, berolahraga ringan, dan jangan abaikan rutinitas harianmu. Merawat diri adalah langkah pertama untuk bangkit.

2. Jangan Mengisolasi Diri

Meskipun rasanya ingin menyendiri, terlalu lama menarik diri bisa memperparah perasaan kesepian. Penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial mampu melindungi dari depresi pasca putus cinta. Ajak teman ngopi, ikut kelas yoga, atau sekadar jalan sore di taman bisa sangat membantu.

3. Sadar bahwa Move On Butuh Waktu

Move on bukan lomba. Setiap orang memiliki kecepatan masing-masing dalam pulih. Terkadang, rasa rindu dan sedih bisa muncul tiba-tiba, dan itu normal. Yang penting adalah kamu tetap melangkah maju, sedikit demi sedikit.

4. Hadapi dan Rasakan Perasaanmu

Jangan tekan emosi. Menangislah jika perlu, atau tulis perasaanmu dalam jurnal. Ekspresi emosional yang sehat justru mempercepat proses penyembuhan. Bicarakan juga dengan orang terdekat atau profesional jika kamu merasa terlalu terbebani.

5. Lakukan Kebaikan untuk Orang Lain

Membantu orang lain bisa jadi cara untuk membantu dirimu sendiri. Berdasarkan penelitian, distraksi positif seperti volunteering atau membantu teman bisa meningkatkan mood dan memperluas perspektif.

6. Konsultasikan dengan Profesional Bila Perlu

Jika setelah berminggu-minggu kamu masih merasa sangat hancur hingga sulit bekerja, psikolog dapat membantu dengan pendekatan yang lebih personal dan strategis. Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional.

7. Batasi Kontak dengan Mantan

Ini mungkin terasa sulit, tapi sangat penting. Memberi jarak akan membantumu melepaskan keterikatan emosional dan menenangkan hati. Terus berhubungan hanya akan memperlambat proses pemulihan.

8. Hindari Mengunggah Kenangan Lama

Media sosial bisa jadi jebakan nostalgia. Melihat atau membagikan kenangan bersama mantan hanya membuka kembali luka lama. Cobalah detox digital atau hapus konten-konten yang memicu emosi negatif.

9. Fokus Buat Rencana Masa Depan

Setelah perpisahan, mungkin kamu merasa kehilangan arah. Tapi justru inilah momen untuk menata ulang tujuan hidup dan menetapkan milestone baru. Fokus pada pengembangan diri dan rencana-rencana pribadi.

10. Jangan Tergesa Cari Pengganti

Melompat ke hubungan baru saat luka lama belum sembuh bisa berdampak buruk. Berikan dirimu waktu untuk benar-benar pulih dan mengenali kebutuhan emosionalmu. Hubungan yang baru harus dibangun atas fondasi yang sehat, bukan pelarian.

Butuh Teman Cerita? Hubungi Psikolog

Jika kamu sedang merasa rapuh, jangan sungkan mencari bantuan. Psikolog dari Halodoc dan layanan profesional lainnya siap mendengarkan keluh kesahmu dan membantumu melalui masa sulit ini dengan strategi yang tepat.

Kesimpulan

Move on bukan tentang melupakan, tapi tentang berdamai. Tentang menyadari bahwa kamu pantas mendapatkan kebahagiaan, dan bahwa luka bukan akhir dari segalanya. Dengan tips di atas, kamu bisa menjalani proses ini dengan lebih tenang dan penuh harapan.(*)