Wujudkan Pemerataan Kesehatan, Menkes ‘Restui’ Pembangunan Rumah Sakit di Tiga Daerah


KENDARINEWS.COM—Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin bakal berada di Sulawesi Tenggara (Sultra) selama dua hari: Jumat (2/5) dan Sabtu (3/5/2025).

Salah satu agenda utamanya adalah meletakkan batu pertama pembangunan rumah sakit daerah (RSUD) tipe C. Sesuai agenda, ia akan melakukannya di tiga kabupaten.

Hari pertama, Jumat (2/5/2025), Menkes meletakkan batu pertama Pembangunan RSUD Tipe C di Kabupaten Buton Tengah (Buteng).

Sedangkan pada hari kedua, Sabtu (3/5/2025), ia akan meletakkan batu pertama Pembangunan RSUD Tipe C di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) dan Konawe Kepulauan (Konkep).

Saat peletakan batu pertama RSUD Tipe C di Buteng, Menkes Budi Gunadi Sadikin, didampingi Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, dan Bupati Buton Tengah (Buteng), Azhari.

Kehadiran Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam peletakan batu pertama pembangunan RSUD tipe C Buteng dan di beberapa kabupaten lain, sebagai wujud nyata dukungan pemerintah pusat terhadap sektor kesehatan di Sultra.

“Pembangunan RSUD tipe C merupakan bagian dari dukungan dan strategi pemerataan layanan kesehatan berkualitas di seluruh Indonesia, termasuk di Sultra,” ungkap Menkes, Budi Gunadi Sadikin, Jumat (2/5/2025).

Lanjut Menkes, pembangunan ini menjadi langkah awal modernisasi RSUD Buton Tengah dari tipe D menjadi tipe C. Tujuannya adalah untuk meningkatkan layanan dan fasilitas kesehatan bagi masyarakat.

“RSUD tipe C dirancang untuk menangani penyakit-penyakit utama penyebab kematian, sehingga masyarakat tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah,” jelasnya.

Lebih jauh Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, rumah sakit tipe C di Buton Tengah, dibangun dengan standar yang sama seperti di kota-kota besar Pulau Jawa.

“RSUD ini dirancang khusus untuk menangani lima penyakit utama penyebab kematian, termasuk kanker dan jantung, agar bisa ditangani langsung di sini tanpa perlu dirujuk. Namun, rumah sakit harus dilengkapi tujuh dokter spesialis agar optimal,” terangnya.