Lebih lanjut, Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk mengembangkan produksi minyak makan merah di berbagai provinsi di Indonesia, menawarkan alternatif yang lebih sehat dan terjangkau bagi masyarakat. Ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memberikan nilai tambah bagi petani kelapa sawit di Indonesia yang memiliki lahan kebun kelapa sawit mencapai 6,2 juta hektare.
“Kami ingin memastikan nilai tambah dari produksi kelapa sawit tetap berada di dalam negeri. Dengan demikian, harga tandan buah segar (TBS) akan lebih stabil dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi para petani,” tutur Presiden Jokowi. (jpg/ryl)
