HEADLINE NEWS

Waspada Penipuan Jual-Beli Kendaraan di Medsos

KENDARINEWS.C0M — Masyarakat di Kota Kendari harus lebih waspada jika membeli mobil bekas via online. Jangan mudah tergiur kalau ada yang menawarkan dengan harga murah. Cari tahu terlebih dahulu kebenarannya. Jangan sampai menjadi korban penipuan. Peringatan itu disampaikan Kapolsek Baruga, AKP Gusti Komang Sulastra.

“Sepanjang 2021, kita menerima kurang lebih 10 laporan atas dugaan kasus penipuan. Rata rata terlapor, menjual mobil secara online dengan harga miring. Dari laporan yang kita terima, sang korban merugi mulai dari Rp 10 juta bahkan ada yang sampai Rp 85 juta,” ungkapnya, Selasa (13/7).

Maka dari itu, pihaknya menekankan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat berbelanja online secara perorangan. Tak hanya ketika membeli mobil, namun juga terhadap produk lainnya juga harus lebih teliti. Agar tidak tertipu, pastikan identitas dan alamat penjual.

“Kita harap masyarakat tidak mudah tergiur dengan barang murah yang ditawarkan secara online atau lewat Facebook. Perjelas dahulu siapa pemilik atau yang menawarkan bila perlu, perhatikan kapasitas seorang penjual jika menawarkan barang yang harganya diluar kewajaran,” pintanya.

Terbaru, seorang korban bernama Teguh Santoso (39) datang melapor ke Polsek Baruga. Warga yang beralamat di Konawe Selatan (Konsel) ini terpaksa merugi puluhan juta rupiah setelah menjadi korban penipuan mobil murah. Awalnya korban sedang berselancar di media sosial Facebook. Di sana, korban melihat postingan sebuah mobil dengan harga murah di grup Facebook, Kendari Jual Beli.

“Tak berpikir panjang, korban langsung menghubungi pemilik postingan itu, mengingat mobil tersebut dijual hanya seharga Rp. 40 juta. Belakangan diketahui yang menawarkan mobil itu bukanlah pemilik. Terlapor hanya mengklaim diri sebagai perantara jual beli antara pemilik dan pembeli,” jelasnya.

Dirinya membeberkan modus si terlapor yakni mengaku sebagai orang yang dipercaya, menjual mobil pemilik sebenarnya. Jadi, terlapor menjembatani transaksi antar pemilik mobil dan korban. “Namun korban belum menaruh curiga. Pasalnya, ia sudah mengecek sendiri mobil tersebut. Di sini lihainya terlapor, ia (terlapor) mampu mempertemukan atau menelpon pemilik mobil dan korban untuk bertemu di terminal Baruga,” katanya.

Karena percaya, tanpa ragu korban mentransfer uang sebanyak Rp. 25,8 juta ke rekening terlapor. Sisanya baru akan dibayarkan 10 hari mendatang. Saat korban menghubungi pemilik untuk mengambil mobil yang dibelinya, si pemilik mobil kaget. Karena pemilik tidak menerima uang sepeser pun dari korban.

“Jadi pemilik mobil tak tahu kalau korban dan terlapor sudah transaksi. Parahnya, korban disana baru tahu bahwa terlapor dan pemilik mobil tidak saling mengenal. Uang yang di transfer korban, sudah dibawa lari oleh terlapor,” jelasnya.

Lebih jauh, pemilik mobil yang tidak tahu ada transaksi, menolak menyerahkan mobilnya kepada korban. “Pemilikpun menjelaskan, harga sebenarnya mobil itu Rp 95 juta, bukan Rp40 juta. Disitu korban baru sadar, ternyata dia ditipu oleh pelaku yang mengaku jadi agen jual beli mobil online tadi. Kasus ini masih kita selidiki, semoga terlapor cepat ketemu,” tutupnya. (ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top