Bau-bau

Waspada ! Dua Bulan 11 Kasus DBD

KENDARINEWS.COM — Kasus demam berdarah dengue (DBD) tak kalah mengkhawatirkan dengan wabah virus corona. Dampak terburuk dari penderita DBD juga bisa mengnimbulkan kematian. Untuk itu, penanganan penyakit dari virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aides Aegypti itu harus dilakukan secara serius. Di Kota Baubau, temuan kasus DBD menujukan angka yang cukup tinggi. Selama Januari hingga medio Februari 2021 ini sudah ada belasan kasus kejadian DBD. Itu berdasarkan data yang dimiliki oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Baubau.

“Untuk 2021, dari Januari sampai Februari sudah ada 11 laporan kasus DBD. Kalau sudah laporan dan kita turun melakukan foging berarti positif kasus DBD,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P), Dinkes Kota Baubau, Marfiah Tahara, Senin (15/2). Temuan belasan kasus DBD di Kota Baubau terbagi diberbagai kelurahan. Seluruhnya merupakan wilayah yang memang rentan ditemukan kejadian DBD setiap tahunnya. “Kelurahan Lakologou, Januari ada satu kasus dan pada Februari ditemukan enam kasus. Kelurahan Wameo, Januari satu kasus. Kelurahan Kaobula dan Batulo masing-masing satu kasus pada Februari. Kemudian Kelurahan Waborobo pada Januari ada satu kasus,” terangnya.

Untuk memerangi kasus DBD perlu ada kesadaran masyarakat. Dengan rajin menjaga kondisi lingkungan tetap bersih. Kemudian tidak membiarkan genangan atau kaleng-kaleng plastik yang bisa menampung air berserahkan. Karena kondisi demikian bisa menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk. Lanjut, Marfiah Tahara kondisi cuaca yang masih didominasi curah hujan memungkinkan angka kasus DBD meningkat.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada seluruh masyarakat untuk rajin menjaga dan membersihkan lingkungan agar tidak lembab.
“Tapi kita juga perkuat dengan tindakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Kita sudah lakukan dengan sosialisasinya. Kemudian sudah bagi abate untuk digunakan memberantas perkembangbiakan nyamuk,” ungkapnya. Wanita berhijab itu menambahkan, setiap laporan dan temuan kasus DBD yang menimpa masyarakat langsung dilakukan tindakan secara cepat. Sehingga seluruh pasien DBD tertangani dengan baik dan selamat. “Alhamdulillah tidak ada korban meninggal,” pungkasnya. (b/ahi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top