HEADLINE NEWS

Waspada, Badai Seroja yang Terjadi di NTT Picu Cuaca Ekstrim di Sultra

KENDARINEWS.COM — Warga perlu mewaspadai anomali cuaca belakangan ini. Pasalnya, dampak badai Seroja atau siklon tropris yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) berpotensi memicu cuaca ekstrim di beberapa wilayah di Indonesia seperti Nusa Tenggara Barat (NTB), Bali, Sulawesi Selatan (Sulsel) termasuk Sultra.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim (Stamar) Kendari, Sugeng Widarko, badai seroja yang terjadi di NTT berpotensi memicu cuaca ekstrim di Sultra. Namun sejauh ini, Badan Meteorologi, Klimatogi dan Geofisika (BMKG) belum mendeteksi adanya bibit siklon tropis ini menuju Sultra. “Untuk siklon tropis kemungkinan kecil terjadi. Tetapi dampaknya yang perlu kita waspadai seperti timbul awan-awan cumulonimbus yang berpotensi menimbulkan cuaca ekstrim seperti curah hujan tinggi, sambaran petir dan angin kencang,” ungkap Sugeng kemarin.

Sugeng menyebut cuaca ekstrim yang berpotensi terjadi di Sultra adalah curah hujan dengan intensitas rendah hingga lebat, dengan tiupan angin berkecepatan 20 – 30 knot yang disertai petir. “Hal ini wajar terjadi terutama di wilayah sekitar terjadi siklon tropis. Ini adalah dampak,” kata Sugeng. Kendati berpotensi menimbulkan cuaca ekstrim, Sugeng meminta masyarakat untuk tetap tenang namun tetap waspada terutama saat cuaca menunjukkan akan turun hujan. “Masyarakat harus tetap waspada terhadap potensi bencana Hidrometeorologi ini. Selalu pantau perkembangan cuaca dilaman website BMKG. Kami akan selalu update perkembangannya,” jelasnya.

Terpisah, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengaku telah menginstruksikan jajarannya untuk selalu siaga terhadap ancaman cuaca ekstrem. “Saya sudah perintahkan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) untuk membangun komunikasi dengan BMKG agar selalu mengupdate perkembangan cuaca saat ini. Jika ada yang urgent untuk segera dilaporkan,” kata Sulkarnain Kadir.

Politisi PKS ini meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya dengan informasi selain dari BMKG. “Selalu ikuti arahan BMKG. Pantau terus perkembangannya. Jika terjadi cuaca ekstrim saya sarankan untuk tetap berada dirumah dan tidak beraktifitas sampai semua berlalu,” kata Sulkarnain. (b/ags)

Dampak Badai Seroja di Wilayah Sultra
-Curah Hujan Meningkat
-Tiupan Angin 20-30 (knot) atau 40-60 km perjam
-Hujan Lebat Disertai Petir
-Maraknya Awan Cumulonimbus

Lima Provinsi yang Berpotensi Terdampak
Nusa Tenggara Barat (NTB), Bali, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Maluku.

Data : Stamar Kendari (BMKG)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top