Metro Kendari

Warga Diminta Laporkan Faskes yang tak Sesuai Ketentuan Pemerintah

KENDARINEWS.COM — Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir meminta warga metro untuk melaporkan fasilitas kesehatan (Faskes) yang mematok biaya Rapid Test diatas ketentuan pemerintah. Itu penting dilakukan guna meminimalisir potensi penaikkan harga sepihak sekaligus memberikan efek jera bagi faskes yang membandel.

Sejauh ini, pihaknya belum menerima laporan soal kenaikan tarif rapid test yang menjadi syarat wajib warganya dalam bepergian. Hanya saja, upaya preventif perlu dilakukan agar tak terjadi di kemudian hari. “Saya sudah insruksikan Dinkes (Dinas Kesehatan) untuk mengimbau seluruh faskes baik itu rumah sakit, puskesmas, klinik maupun laboratorium agar tetap pada jalur yang ditetapkan” kata Sulkarnain Kadir.

Terpisah, Kepala Dinkes Kendari, drg Rahminingrum mengaku telah menerima instruksi tersebut. Pihaknya pun telah mengimbau seluruh faskes yang ada melalui Surat bernomor 800/578/II/YANKES/2021 perihal batasan tarif tertinggi pemeriksaan rapid test.

“Surat itu menindaklanjuti instruksi Wali Kota Kendari dan Surat Edaran Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI tetang batasan tarif dimaksud. Itu semua sudah diatur. Mereka (faskes) tidak boleh menaruh pembiayaan atau menaruh tarif diatas harga teringgi yang resmi dikeluarkan oleh pemerintah,” kata Rahminingrum.

Adapun batasan tarif tertinggi pemeriksaan Rapid Test Anti Bodi yakni sebesar Rp 150 ribu, Rapid Test Antigen Swab Rp 275 ribu dan Rapid Test Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) hanya Rp 900 ribu.

“Itu saya sudah keluarkan surat untuk disampaikan kesemua layanan kesehatan yang melakukan pemeriksaan tersebut. Pemerintah meminta mereka untuk tidak menarik tarif diatas harga tertinggi tersebut. Kalau ada yang melanggar tentu kita akan lakukan pembinaan. Kita berikan teguran,” kata Rahminingrum.

Berdasarkan data dari Dinkes, jumlah fakses yang melayani Rapid Test Antibodi di Kota Kendari tercatat sebanyak 41 faskes. Rinciannya, sebanyak 14 Rumah Sakit, 15 Puskesmas dan 14 Klinik atau Balai Kesehatan atau Laboratorium. (b/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top