HEADLINE NEWS

Wali Kota Pastikan Tak Berlakukan PSBB di Kota Kendari

KENDARINEWS.COM — Pemerintah Kota Kendari memastikan tidak akan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti yang dilakukan beberapa pemda di Pulau Jawa dan Bali. Alasannya, melihat perkembangan covid-19 yang terkendali serta tingginya kedisiplinan warga metro mematuhi protokol kesehatan. Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengungkapkan jumlah kasus orang masih dalam perwatan per 7 Januari kemarin berjumlah 100 pasien. Angkanya menurun dari yang sebelumnya (September 2019) mencapai 1.000 pasien. “Belum ada instruksi dari pemerintah untuk PSBB. Nanti kita lihat kondisi dan situasinya saja. Kota Kendari kan covid-19 nya relatif terkendali angkannya juga semakin menurun. Bahkan kemarin sempat tersisa 24 pasien. Untuk saat ini kita tidak akan PSBB,” ungkapnya.

Bukannya memberlakukan PSBB, Sulkarnain justru akan melakukan Recovery Kota Kendari disemua sektor. Terutama sektor ekonomi. “Kita harap upaya yang kita lakukan bisa berefek positif. Perlu diingat, kita harus jaga juga situasi perekonomian kita. Jangan sampai karena penanganan covid-19 itu berdampak terhadap perekonomian kita. Karena itu juga penting,” kata Sulkarnain. Adapun upaya recovery pada sektor perekonomian yang dimaksud yakni mensuport dunia usaha dengan memudahkan pemberian izin berusaha baik untuk perorangan maupun untuk investor. Kebijakan itu diambil sesuai instruksi Presiden RI Joko Widodo yang meminta setiap daerah membuka seluas-luasnya peluang investasi kepada masyarakat.

“Saya sudah instruksikan Dinas Penanaman Modal agar tidak menyulitkan siapa saja yang ingin berusaha. Bagi investor kami berikan izin dengan syarat 80 persen tenaga kerjanya adalah warga Kota Kendari dan melibatkan minimal 20 persen pelaku UKM didalam bisnisnya,” kata Sulkarnain. Untuk mensuport pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UKM), pihaknya membuka akses permodalan dengan bersinergi dengan beberapa kementerian terkait dan juga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta melalui pembiayaan tanpa agunan dan pengembalian dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Kendari.

“Kami mencoba membangun komunikasi dengan beberapa kementerian terkait seperti Kemenparekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) dimana kemarin kita telah mendapatkan dana hibah sekira Rp 4,2 miliar. Kami juga dorong perusahaan BUMN yang ada di Kendari untuk memberikan bantuan permodalan kepada UKM di Kota Kendari,” kata Sulkarnain.Tidak hanya itu, melalui Baznas pihaknya juga memberikan bantuan modal usaha kepada masyarakat sebesar Rp 1 juta – Rp 3 juta per orang untuk berusaha. “Tahun lalu kita sudah menyalurkan modal sekira Rp 174 juta kepada 136 UKM agar usahanya tetap berjalan,” tambahnya.

Sulkarnain berharap, upaya itu bisa menggairahkan sektor UKM yang terdampak covid-19. Sebab, berdasarkan data yang dihimpun pihaknya, sebanyak 60 persen portofolio ekonomi Kota Kendari di backup oleh UKM. “Makanya, kita dorong. Kita back up, mungkin akses permodalan, akses marketing mereka, dan bagaimana membranding produk mereka agar bisa naik kelas dan bisa bersaing dengan produk lain, sehingga bisa menembus pasar. Tidak hanya pasar lokal, bahkan tembus pasar nasional dan internasional,” pungkasnya. (b/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top