Metro Kendari

Wali Kota Kendari : Guru Keliling Bantu Siswa Memahami Pelajaran

KENDARINEWS.COM — Sudah setahun Covid mewabah. Sektor pendidikan ikut terdampak. Sudah setahun pula siswa belajar secara daring (online). Metode itu dinilai kurang efektif. Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari hadir dengan solusi jitu. Mengadopsi metode home visit, Dikmudora dan para kepala sekolah se-Kota Kendari menyepakati metode guru keliling sebagai solusi mengefektifkan pembelajaran di tengah pandemi Covid.

Solusi jitu itu dicetuskan dalam diskusi yang digelar Dikmudora Kota Kendari dan Harian Kendari Pos, Rabu (24/2) kemarin. Guru keliling menjadi momentum bangkitnya sektor pendidikan di Kendari dalam bingkai mencerdaskan anak bangsa. Kepala Dinas Dikmudora Kendari, Makmur, mengungkapkan, inovasi guru keliling merupakan bagian dari konsep home visit yang digagas sebelumnya. Guru atau wali kelas diwajibkan mengunjungi kediaman siswa untuk memberikan materi mata pelajaran, khususnya siswa yang kesulitan ikut pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara online.

“Kebijakan guru keliling ini kita pilih agar murid tidak ketinggalan pelajaran. Khususnya mereka yang berada di area blank spot dan siswa yang tidak memiliki fasilitas smartphone. Inovasi guru keliling ini juga kita fokuskan bagi siswa yang akan beralih jenjang atau siswa kelas VI dan IX,” ujar Makmur usai diskusi di Graha Pena Hall Kendari Pos, Rabu.

Menurutnya, inovasi guru keliling merupakan upaya adaptasi kebiasaan baru disatuan tingkat pendidikan yang selama ini terdampak pandemi covid-19. Inovasi tersebut diharapkan perlahan menumbuhkan hubungan sosial antara guru dan murid, mengingat hampir setahun peserta didik hanya mengenyam pendidikan lewat fasilitas internet dan media sosial (medsos).

Dalam inovasi guru keliling, nantinya guru atau wali kelas akan membentuk kelompok kecil maksimal 3-5 anak dan menentukan lokasi pertemuan belajar. “Biasanya wali kelas itu sudah bisa mendeteksi, siswanya paling banyak di area mana. Lokasi belajar yang dipilih, tidak terdapat kasus covid-19. Mudah-mudahan inovasi guru keliling ini bisa kita kolaborasikan dengan metode pembelajaran yang ada sebelumnya seperti secara daring (online) dan luring (luar jaringan),” kata Makmur.

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir, mengapresiasi inovasi guru keliling yang digagas Dinas Dikmudora dan Harian Kendari Pos ini. Menurutnya, inovasi ini tidak jauh berbeda dengan metode home visit dan sudah diuji cobakan dibeberapa lokasi di Kota Kendari. Hasilnya sangat baik, orang tua siswa mendukung karena dapat membantu siswa memahami pelajarannya yang diterima baik secara daring maupun secara luring.

“Banyak siswa kita yang kesulitan mengakses pembelajaran secara daring. Apalagi mereka yang berada dikawasan blank spot seperti di Abeli Dalam, Nanga-nanga dan beberapa kawasan pesisir,” ungkapnya. Nantinya guru akan berkunjung ke rumah siswa untuk memberikan pelajaran dan pemahaman materi. “Utamanya untuk anak-anak kita yang akan beralih jenjang ke SMP dan SMA. Mereka harus siap, baik dari segi akademik maupun mental. Saya harap guru bisa berikan itu. Tentu dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat,” kata Sulkarnain Kadir.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Satgas Percepatan Penanganan Wabah Covid-19 Kota Kendari, dr.Sukirman menyambut baik inovasi guru keliling yang digagas dikmudora sebagai salah satu alternatif pembelajaran di masa pandemi ini. Inovasi tersebut merupakan pilihan yang menyenangkan bagi murid yang selama ini harus berkutat dan dibawah kendali teknologi. “Inovasi ini sangat baik, agar anak-anak kita tidak tertekan dan tidak stres karena harus menyelesaikan tugas secara daring. Ini merupakan metode pembelajaran yang menyenangkan bagi anak. Ini sangat baik untuk menjaga kondisi mereka dimasa pandemi ini. Apalagi saat ini mereka masuk diusia emasnya, dimasa pertumbuhan,” kata dr Sukirman.

Kendati demikian, dr Sukirman menyarankan agar dalam penerapannya (guru keliling) tetap mengacu pada protokol kesehatan pencegahan covid-19 seperti menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak (Physical Distancing). “Kami juga berharap dalam pelaksanaannya nanti tidak dilakukan pada tempat yang terindikasi sebagai sumber penularan atau lokasi yang terdapat pasien terkonfirmasi positif. Itu penting untuk melindungi siswa dari potensi tertular covid-19,” kata Sukirman.

Senada, Ketua Komisi III DPRD Kendari LM Rajab Jinik mengapresiasi inovasi guru keliling yang digagas Dinas Dikmudora Kendari. DPRD kata Rajab, akan mengawasi dan mengawal setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah demi keselamatan generasi penerus bangsa.
“Saya harap kebijakan yang dikeluarkan betul-betul untuk kepentingan anak-anak kita dimasa pandemi ini. Tentunya dibalik itu semua kesehatan peserta didik adalah prioritas. Semua inovasi dan metode pembelajaran harus aman bagi siswa. Harus menerapkan prokes ketat,” kata LM Rajab Jinik.

Sementara itu, Direktur Utama Kendari Pos Irwan Zainuddin mengapresiasi pelaksanaan diskusi yang menghasilkan inovasi pembelajaran di masa pandemi. Kendari Pos berkomitmen mendukung inovasi guru keliling agar dalam pelaksanaannya tidak menemui kendala. “Komitmen kami sebagai media yang ada di daerah untuk selalu ikut berperan memajukan pendidikan, khususnya di Kota Kendari. Kami juga menggagas program ini bersama Dinas Dikmudora dan menghasilkan inovasi yang bisa membantu siswa belajar di masa pandemi,” kata Dirut Irwan Zainuddin. Dirut Irwan Zainuddin berharap inovasi yang dihadirkan bisa jadi solusi jitu pembelajaran di masa pandemi ini sekaligus bisa mewujudkan Kendari sebagai kota pendidikan sehingga bisa bisa jadi kota layak huni. (ags/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top