Metro Kendari

Wali Kota Harap Forkomla Jembatani Gagasan Masyarakat

KENDARINEWS.COM — Pengurus Forum Komunikasi Lembaga Adat (Forkomla) Kendari resmi dikukuhkan Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir, Selasa (16/2). Alamsyah Lotunani pun didaulat sebagai ketua Forkomla untuk masa bakti 2021 – 2023. Paguyuban lintas etnis ini diharapkan bisa menjadi perekat dalam mewujudkan kerukunan antar etnis di Kota Lulo.

Sulkarnain Kadir menyambut baik terbentuknya kepengurusan forkomla tahun ini. Ia menilai, lewat Forkomla masyarakat bisa mengembangkan berbagai potensi khususnya kekayaan adat dan budaya (kultur) yang berasal dari berbagai etnis (suku) yang muarannya dapat menciptakan Kendari sebagai kota yang layak huni dan sejahtera, “Ini komitmen kita bersama untuk melestarikan budaya dan adat istiadat di Kota Kendari,” ujarnya.

Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Sultra ini, berharap Forkomla Kendari bisa menjadi mediator dan fasilitator atas permasalahan yang timbul ditengah masyarakat sehingga bisa menciptakan kerukunan antar etnis dan antar anak bangsa. “Saya juga berharap forkomla bisa menjembatani gagasan yang ada dimasyarakat sekaligus nanti juga bisa jadi perpanjangan tangan pemerintah untuk menyampaikan kebijakan-kebijakan pemerintah, terkait bagaimana pengembangan adat istiadat dan budaya sebagai kekayaan kita yang ada di Kota Kendari,” kata Sulkarnain Kadir.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Forkomla Kendari Alamsyah Lotunani, menjelaskan Forkomla merupakan lembaga pemasyarakatan dibawah pemerintahan Kota Kendari yang bersifat kekeluargaan dan independen. Maksudnya, Forkomla tidak berada berada dibawah organisasi masyarakat atau oranginsasi politik manapun.

Pembentukan paguyuban ini kata dia, sebagaimana dengan amanah pasal 38 ayat 1 Perda Kota Kendari Nomor 7 tahun 2011 tentang lembaga pemasyarakatan. “Forum komunikasi antara lembaga adat ini sudah terbentuk di Kendari sejak 2011 silam dan terus berlanjut sampai saat ini,” kata Alamsyah Lotunani. Ke depan, pihaknya akan berupaya mewujudkan suasana kehidupan yang harmonis antar etinis di Kota Kendari. Salah satu upaya yang akan dilakukan yakni dengan meningkatkan komunikasi antar lembaga adat dan paguyuban lewat forkomla.

“Keanekaragaman budaya dan adat istiadat perlu dijaga dan dirawat bersama agar tercipta suatu keteraturan, kerukunan dan kedamaiam hidup yang merupakan barang mahal yang harus kita pertahankan. Hadirnya forkomla ditengah masyarakat bukan lagi jadi alasan untuk berselisih paham. Justru menjadi kekuatan dan modal kita bersama untuk membangun Kota Kendari yang kita cintai ini,” pungkasnya. (b/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top