Wajib PAUD Masih Tahap Sosialisasi

KENDARINEWS.COM — Untuk lebih mematangkan anak menjalani pendidikan sekolah dasar (SD), Pemkot Kendari telah mewajibkan Pendidikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Aturan ini merujuk Peraturan Wali Kota (Perwali) Kendari nomor 57 tahun 2020 tetang pelaksanaan wajib PAUD minimal satu tahun. Namun karena pandemi, kebijakan ini belum bisa diterapkan.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari, Makmur mengatakan PUAD sangat penting bagi anak yang akan memasuki SD. Dengan begitu, anak didik bisa lebih siap secara mental. Hanya karena kondisi belum memungkinkan, aturan ini belum dijalankan.

“Pembelajaran Tatap Muka (PTM) kan belum 100 persen. Makanya, kita tunda dulu pelaksanaannya. Tahun ajaran 2022-2023, kita masih tahap sosialisasi. Kami berharap kondisi saat ini segera berlalu,” kata Makmur ketika ditemui di ruang kerjanya kemarin.

Wajib PAUD satu tahun pra SD lanjut Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Kendari ini, bisa memudahkan anak usia dini memiliki akses terhadap pendidikan dan pengasuhan. Dengan begitu, mereka siap untuk memasuki jenjang sekolah dasar.

Sementara itu, Kabid PAUD Dikmudora Kota Kendari, Hj Naniyatin mengatakan angka partisipasi anak masuk PAUD sejak pandemi covid-19 terus menurun. “Kalau angkanya atau persentasenya, saya kurang tahu pasti. Tapi yang jelas turun selama pandemi,” ujarnya.

Sebagai bentuk persiapan, pemerintah akan memperbanyak PAUD. Di Kota Kendari, masih ada dua kelurahan yang belum memiliki PAUD yakni kelurahan Purirano dan Tundunggeu. (b/m1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *