Metro Kendari

Wajib Pajak Air Tanah Masih “Membandel”

-Jumlahnya Tak Sebanding dengan Sumbangsih PAD

KENDARINEWS.COM — Usaha penjualan air bersih (air tower) di Kendari tumbuh subur bak jamur di musim hujan. Sayangnya, banyak diantara dari mereka masih enggan membayar pajak. Padahal kewajiban mereka sudah diatur dalam Perda nomor 2 tahun 2011 tentang pajak air bawah tanah.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Kendari, Sri Yusnita mengakui kesadaran pengusaha yang memanfaatkan air tanah (termasuk pengusaha air tower) masih rendah dalam menunaikan kewajibannya membayar pajak. Padahal menurutnya, pajak air tanah berpotensi menambah PAD Kota Kendari.

Sri Yusnita

Untuk periode Januari – Juni atau semester I tahun 2021 ini, realisasi pajak air tanah mencapai Rp693 juta. Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu hanya Rp168 juta, ada peningkatan sebesar Rp.525 juta dari capaian sebelumnya,”Tentu berkontribusi terhadap PAD,” ujar Sri Yusnita..

Meski mengalami peningkatan kata dia, namun kontribusi terhadap PAD belum sebanding dengan usaha air tower di Kendari. Hanya saja, tak menyebut secara detail jumlah wajib pajak air tanah. Namun ia mengingatkan agar seluruh warga atau pelaku usaha yang memanfaatkan air tanah untuk kegiatan komersil wajib membayar pajak.

“Masyarakat punya usaha pencucian mobil, penjualan air (air tower), dan usaha lainnya itu harus bayar pajak. Kecuali air tanah yang digunakan untuk keperluan rumah tangga itu tidak kena pajak,” kata Sri Yusnita. (b/ags)

Wajib Pajak Air Tanah
-Pengusaha Air Tower
-Usaha Pencucian Mobil
-Penggunaan Air untuk Kegiatan Komersil

Sumbangsing Semester I Rp 693 Juta
Periode yang Sama Tahun lalu Rp 168 juta.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

To Top