Hukum & Kriminal

Wadir PT 722 Divonis Bersalah

KENDARINEWS. COM — Sidang dugaan kasus penggelapan yang menjerat seorang petinggi PT 722 di Pengadilan Negeri (PN) Kolaka akhirnya berakhir. Dalam sidang yang dipimpin Ignatius Yulyanto Ari Wibowo, Zaldy Layata yang menjabat Wakil Direktur (Wadir) ini dinyatakan terbukti bersalah. Putusan majelis hakim menjatuhkan vonis pidana selama 20 hari sebagai tahanan Kota.

Seperti diketahui, Zaldy Layata itu sebelumnya dilaporkan ke Polda Sultra oleh Komisaris Utama (Komut), PT 722, Hartati. Zaldy Layata alias Zaldy Bin Rudy Layata dilaporkan menggelapkan dana perusahaan sebesar Rp 1 miliar. Kasus ini terus bergulir sebelum dilimpahkan ke Kejari Kolaka.

Putusan ini mengundang pertanyaan bagi Hartati. Komut PT 722 menilai putusan hakim terlalu lemah dan absurd. Melalui kuasa hukumnya M Yusri, mengaku kecewa terhadap putusan Hakim kepada terdakwa Zaldy Layata yang divonis 20 hari. Termasuk Jaksa yang menangani perkara tersebut. Karena hanya menuntut 2 bulan.

“Zaldy Layata dikenakan pasal 374 KUHP penyalahgunaan wewenang (Jabatan) dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara, dituntut oleh Jaksa 2 bulan dan diputus (Vonis) Hakim hanya 20 hari,” ungkap Yusri.

Pengacara terdakwa lanjut Yusr,i sempat mengungkapkan pembelaan untuk vonis bebas tetapi ditolak Hakim. Lalu terdakwa mengakui kesalahannya. Hal ini jadi salah satu pertimbangan hakim meringankan putusan dengan vonis 20 hari.

“Sangat ironis ketika ancaman 5 tahun, tuntutan 2 bulan dan vonisnya hanya 20 hari. Sementara terdakwa sudah nyata mengakui perbuatannya, perusahaan telah mengalami kerugian sekitar Rp 1 miliar, kenapa hanyao divonis 20 hari,” ujarnya.

Yusri mengaku tidak mengintervensi tuntutan Jaksa dan putusan Hakim. Namun sejumlah perkara yang sama dengan ancaman hukuman 5 tahun, divonis hingga 1 tahun 6 bulan.

“Ini kok sampai vonis 20 hari, makanya Jaksanya sedang pikir-pikir terhadap putusan Hakim. Sejauh ini tidak pernah ada ancaman hukuman 5 tahun, kemudian tuntutan hanya 2 bulan dan vonisnya hanya 20 hari. Kan kita bisa bertanya-tanya, ada apa? saya selaku kuasa hukum sangat kecewa,” terangnya. (b/ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top