Konawe

Wacana Pembangunan Mako Brimob, Bupati Konawe Hibahkan 25 Hektare Lahan

KENDARINEWS.COM — Aspek Kamtibmas tak luput dari perhatian Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa. Kery terus berupaya menciptakan rasa aman bagi warganya agar betah mendiami daerah berjuluk lumbung pangan Sultra itu. Bersama pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sultra, wacana pembangunan markas komando (Mako) Brigade Mobil (Brimob) di Konawe digagas. Jika tak ada aral, pembangunan markas pasukan elite kepolisian tersebut bakal terealisasi tahun 2021 ini.

Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa mengatakan, rencana pembangunan Mako Brimob di otoritanya, sejatinya telah diwacanakan sejak beberapa tahun lalu. Salah satu pertimbangannya adalah mendekatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat, kaitannya dalam hal pemeliharaan keamanan. “Kita dukung pembangunan markas Brimob di Konawe. Lahannya sudah siap kita hibahkan. Insya Allah tahun ini sudah bisa berjalan pembangunannya,” ujar Bupati Konawe dua periode itu kepada Kendari Pos, Senin (22/2).

Bupati Kery menuturkan, sebagai bentuk dukungan pembangunan markas pasukan elite kepolisian, Pemkab Konawe telah menyiapkan lahan sekira 25 hektare. Lahan yang berada di Kecamatan Lambuya itu rencananya segera dihibahkan ke Polda Sultra dalam waktu dekat. “Jadi nanti di situ akan ditempatkan kompi pasukan Brimob Polda Sultra. Pemilihan lokasinya di Kecamatan Lambuya saya rasa sudah tepat,” ungkap mantan Ketua DPRD Konawe itu.

Sementara itu, Sekretaris Kabupaten (Sekab) Konawe Ferdinand Sapan, mengemukakan, Kecamatan Lambuya dipilih sebagai tempat pembangunan Mako Brimob, sebab dianggap strategis. Wilayah bagian selatan Konawe itu, terintegrasi dengan beberapa kabupaten terdekat. Seperti, Konawe Selatan (Konsel), Kolaka Timur (Koltim), Kolaka, termasuk Konawe Utara (Konut).

“Jadi, bukan di Kecamatan Morosi, tapi di Lambuya. Akses di Lambuya strategis. Mobilisasi personel Brimob yang sewaktu-waktu diperbantukan ke daerah tetangga, bisa semakin cepat,” beber Ferdinand Sapan, ditemui di kantor Pemkab Konawe, kemarin.

Dirinya menyebut, pembangunan markas Brimob tersebut tak ada kaitannya dengan pengamanan beberapa proyek strategis nasional (PSN) yang ada di Konawe. Menurutnya, Polri menempatkan pasukannya di beberapa tempat, pastinya dalam rangka penanganan-penanganan keamanan secara umum. “Bahwa terkait dengan PSN, ada bidang khusus yang menangani itu. Jadi bukan cuma itu menurut saya pertimbangannya,” argumen mantan Kepala BPKAD Konawe itu.

Ferdinand menjelaskan, rencana pembangunan Mako Brimob di Konawe saat ini dalam tahap finalisasi penentuan lokasi (penlok) oleh pemerintah Kecamatan Lambuya bersama tim Polda Sultra. Ia mengaku, ada dua opsi lahan di Kecamatan Lambuya yang bakal dihibahkan. Hanya saja dirinya belum mendapat laporan di desa mana bangunan mako Brimob itu persisnya didirikan.

“Ada dua opsi, tapi saya belum dapat informasi mana yang sudah clear. Yang jelasnya dibangun di Kecamatan Lambuya,” ucap Ferdy, sapaan karibnya. Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Konawe itu mengaku tak tahu persis berapa estimasi anggaran yang disiapkan Polda Sultra untuk membangun Mako Brimob di Konawe. Katanya, Pemkab sebatas memfasilitasi lahan untuk markas pasukan elite kepolisian itu.

Pemkab Konawe hanya menyiapkan uang ganti rugi bagi warga yang lahannya masuk koordinat pembangunan mako Brimob. Ferdinand menyebut, pihaknya belum bisa menentukan berapa taksiran biaya ganti rugi lahan. Dalihnya, uang kompensasi tersebut sifatnya fluktuatif. Dalam artian, tergantung nilai jual objek pajak (NJOP) dan transaksi yang berlaku di wilayah setempat berdasarkan harga jual yang wajar.

“Tapi anggarannya sudah disiapkan. Saya kurang hafal nominalnya. Yang jelas, sekarang kita tinggal finalkan lokasi mana yang dipilih Polda Sultra. Setelah itu, kita buatkan dokumen usulan ke Pemprov Sultra terkait penetapan lokasi (penlok)-nya. Sebab, penlok itu harus disetujui Gubernur Sultra,” pungkas Ferdy. (adi/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top