Nasional

Vaksinasi Pelajar Bukan Syarat Sekolah Dibuka Kembali


KENDARINEWS.COM — Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas sudah dilakukan di sejumlah wilayah di Indonesia. Untuk melaksanakan itu, salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh satuan pendidikan adalah berada di zona PPKM level 1 sampai 3.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Dirjen Paud Dikdasmen), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Jumeri mengatakan, syarat yang perlu dipenuhi adalah vaksinasi terhadap guru dan tenaga kependidikan.

“Syarat pertama yang harus dipenuhi adalah satuan pendidikan tersebut harus sudah masuk di wilayah PPKM level 1 sampai 3. Apalagi jika pendidik dan tenaga kependidikannya sudah divaksinasi, sekolah wajib menyediakan opsi tatap muka terbatas, juga memberi opsi pembelajaran jarak jauh (PJJ),” ungkap dia di kanal Youtube Kemendikbud RI, Minggu (12/9).

Guru SMPN 42 Surabaya siap melaksanakan pembelajaran tetap muka jika sudah diizinkan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Ahmad Khusaini/Jawa Pos

Namun, pendidik dan tenaga kependidikan yang belum divaksinasi di wilayah PPKM level 1 sampai 3 juga boleh melakukan PTM terbatas. Di mana saat ini vaksinasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan dosis pertama mencapai 60 persen atau dari 5,5 juta guru sudah 3,4 juta orang yang divaksinasi. “Sedangkan untuk dosis kedua sudah sebanyak 40 persen dari jumlah guru,” tutur dia.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Nadia Tarmizi menambahkan bahwa prioritas vaksinasi kepada pendidik dan tenaga kependidikan tetap berjalan. Pihaknya juga selalu mengingatkan kepada dinas kesehatan di seluruh wilayah provinsi, kabupaten, kota, untuk segera berkoordinasi dengan dinas pendidikan untuk mempercepat vaksinasi pendidik dan tenaga kependidikan. “Jadi kita dorong untuk menunjang upaya kita dalam melakukan pembelajaran tatap muka,” tuturnya.

Terakit kewajiban vaksinasi peserta didik sebelum melakukan PTM terbatas, Nadia mengatakan bahwa proses PTM mengacu pada surat keputusan bersama empat menteri yang pernah diluncurkan sebelumnya. “Jadi tidak ada syarat seorang murid ataupun siswa harus divaksinasi dulu untuk bisa mengikuti PTM,” jelas Nadia.

Guna mendukung PTM terbatas ini, Nadia menyebut, bukan hanya vaksinasi saja yang didorong, tapi juga upaya-upaya memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan baik, dan ketersediaan fasilitas kesehatan yang memadai.

“Yang artinya jika kemudian ada kasus positif bagaimana melakukan kontak tracing, bagaimana melakukan testing, kemudian bagaimana kemudian hubungan dengan Puskesmas setempat, atau faskes mana yg akan ditunjuk. Nah, ini akan juga merupakan langkah-langkah awal bagaimana kita menyiapkan wahana pendidikan untuk bisa siap melakukan pembelajaran tatap muka,” pungkas dia. (jpg)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top