Edukasi

Unsultra Komitmen Tingkatkan Daya Saing Melalui Penelitian dan Pengabmas

KENDARINEWS.COM– Universitas Sulawesi Tenggara (Sultra) terus berusaha meningkatkan mutu, relevansi, dan daya saingnya sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi di Bumi Anoa. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (Pengabmas).

Rektor Unsultra Prof.Andi Bahrun mengaku, pihaknya saat ini tengah menggelorakan kegiatan penelitian dan pengabmas guna meningkatkan kapasitas dan kualitas keilmuan serta kepedulian terhadap permasalahan yang dialami masyarakat dan daerah.

“Jadi tgas dosen tidak hanya mengajar tetapi dosen harus melakukan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada mesyarakat secara berkelanjutan. Itu dalam rangka menjawab kebutuhan pasar kerja, serta pengembangan iptek, untuk memberikan sumbangan secara optimal bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, daya saing daerah dan daya saing bangsa,” kata Prof Andi Bahrun pada kegiatan serah terima kontrak penelitian dana internal Unsultra di Gedung Workshop Training Center (WTC) Unsultra, Sabtu (08/05/2021).

Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong dan memotivasi seluruh dosen Unsultra agar terus kreatif dan inovatif  serta terus bersemangat ditengah tingginya dinamika regional, nasional dan global  yang serta tuntutan kebutuhan lokal dan juga global.

“Saya menyadari kemampuan berkompetisi dosen kami untuk mendapatkan dana hibah penelitian pusat masih rendah. Tetapi saya tetap yakin bahwa jika kami solid dan berusaha secara maksimal, Allah SWT Tuhan Maha Kuasa akan menunjukan jalan-Nya untuk mewujudkan mimpi-mimpi kami,” kata Andi Bahrun.

Dia juga menyadari hasil penelitian yang dilaksanakan oleh jajarannya dominan hanya dapat dimanfaatkan untuk pengembangan dan peningkatan ilmu pengetahuan, namun masih sedikit yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan jumlah materi ajar, publikasi nasional/internasional, dan perolehan hak paten serta kegiatan pengabdian masyarakat belum berdasarkan hasil penelitian.

Oleh karena itu, salah satu ihtiar pihaknya adalah menyediakan dana internal penelitian dan pengabdian masyarakat. “Saya merasa senang dan semakin optimis teman-teman bisa bangkit untuk menghasilkan gagasan dan karya-karya monumental karena hamper 50 dosen terlibat dalam penelitian dan sekitar 20an dosen terlibat pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat tahun ini,” ungkap Andi Bahrun.

Dari hasil kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat ini, lanjut Andi Bahrun, akan lahir  berbagai luaran dalam bentuk jurnal, bahan ajar, Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dan untuk perbaikan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. “Hal ini saya yakin akan berimplikasi pada perbaikan karier dan kesejahteraan dosen, perbaikan proses pembelajaran, peningkatan daya saing Unsultra,” tuturnya.

Lanjut dia, dengan sumber daya yang ada kami terus berkomitmen kuat untuk melakukan terobosan, melakukan kerjsama dengan berbagai pihak serta bersama dengan semangat  “bersanding “ dengan Perguruan Tinggi lain termasuk bermitra dengan media agar Unsultra bisa mengimplementasikan program Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar sehingga bisa menghasilkan lulusan yang berkualitas dan Tangguh serta dapat berkontribusi pada penyelesaian persoalan masyarakat, daerah dan bangsa.

Pada kesempatan yang sama, Kepala LLDIKTI IX Prof.Jasruddin mengingatkan agar penelitian yang dilakukan oleh para dosen harus sesuai dengan roadmap program studi dan dikompetisikan secara ketat agar diperoleh proposal penelitian dan pengabmas yang berkualitas serta produknya bisa berkontribusi pada peningkatan publikasi pada jurnal yang bereputasi, perbaikan bahan ajar, HAKI serta bermanfaat bagi masyarakat.

Seiring dengan itu, lanjut dia, perlu ditingkatkan kemampuan para dosen untuk membuat proposal penelitian dan pengabdian yang berkualitas melalui workshop. Dia juga mengingatkan kepada para dosen bahwa Unsultra saat ini sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik di Sultra. Sehingga mereka diminta untuk mempertahankan dan bahkan ditingkatkannya capaimnya.

“Saya yakin jika dosen produktif dan menghasilkan produk penelitian dan pengabdian yang berkualitas, peringkat Unsultra bisa meningat lagi, tetapi jika kecepatan peningkatan kualitas produktivitas ilmiah Perguruan Tinggi lain lebih cepat, klasterisasi Unsultra bisa dilewati perguruan tinggi lain,” ungkap Jasruddin.

Jika dosen produktif dan menghasilkan karya ilmiah bermutu, lanjut dia, maka akan berkontribusi pada perbaikan karier dosen dan sekaligus memperbaiki kesejehateraan dosen. “Saya tau dan cukup prihatin karena masih cukup banyak dosen PTS dengan jabatan fungsional rendah, oleh karena itu bagi teman-teman yang belum memiliki jabatan fungsional segra mengurusnya, bagi mereka yang dosen yang jabatan fungsional asisten ahli yang sudah lebih dari 2 tahun apalagi yang lama, agar segra membuat karya ilmiah dan mengajukan kenaikan jabatan fungsional,” jelasnya.

Demikian pula dosen yang bergelar doktor agar segra mengurus dan berusaha menjadi Guru Besar. Dia pun mengingatkan bahwa tidak semua orang bisa jadi doktor sehingga sudah sepatutnya para dosen untuk bersyukur.

“Karena barang siapa yang bergelar doktor dan tidak mau mengurus jadi Guru Besar maka mereka tergolong yang kurang pandai bersyukur dan bisa dikatakan menzalimi diri sendiri dan keluarganya, makanya teman-teman yang bergelar doktor mulai sekarang berusaha dan berdoa,” kata Jasruddin.

Prof.Jasruddin berharap, kedepan agar Unsultra dan Yayasan bisa memfasilitasicpara dosen untuk meraih gelar profesor. Sebab, jika dosen sudah berkualitas, maka akan berkontribusi pada perbaikan proses pembelajaran khususnya dalam implementasi kebijakan Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar.

“Kita dorong mahasiswa kita agar produktif dan memiliki kompetensi keilmuan serta skill yang mumpuni melalui implementasi program Kampus Merdeka Belajar,” pungkasnya. (ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top