Unilaki Hadiri Pra Temu BEM se-Indonesia di Gorontalo

KENDARINEWS.COM — 316 delegasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Indonesia berkumpul di provinsi Gorontalo, Selasa-Kamis (14-16/12). Pengurus lembaga kemahasiswaan perguruan tinggi se-nusantara itu bertemu dalam agenda Pra Temu Nasional ke-XIII yang dilangsungkan di Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Universitas Lakidende (Unilaki) Konawe menjadi salah satu delegasi perwakilan Sultra yang ikut dalam pertemuan yang digelar tiap tahun tersebut.

Ketua BEM Unilaki Fatimah Ulfa mengatakan, Unilaki mengutus empat orang dalam pertemuan BEM se-Indonesia itu. Selain Unilaki, lanjutnya, tiga kampus lain di Sultra juga ikut mengirim perwakilan. Masing-masing, BEM STIMIK Catur Sakti, BEM Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) dan BEM Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK).

“Pra Temu BEM se-Indonesia ini dibuka Sekretaris Provinsi (Sekprov) Gorontalo Darda Daraba. Hadir pula Wakil Rektor (WR) III Bidang Kemahasiswaan UNG, Koordinator Pusat BEM Nusantara, serta Koordinator BEM dari wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Maluku hingga Papua. Kegiatan ini berlangsung mulai 14-16 Desember 2021,” ujarnya, Jumat (17/12) kepada Kendari News.

Delegasi BEM Unilaki saat menghadiri Pra Temu BEM se-Indonesia di Gorontalo. Tampak Ketua BEM Unilaki Fatimah Ulfa (dua dari kanan).

Ia menuturkan, tema yang diusung dalam Pra Temu BEM Nusantara tahun ini yaitu “Resolusi Pemuda Nusantara dalam Mengawal Kedaulatan Bangsa Indonesia”. Menurutnya, tema tersebut sarat akan makna sekaligus spirit khususnya bagi kaum pemuda intelektual yang tergabung dalam aliansi BEM Nusantara. Harapannya, segenap pengurus BEM se-Indonesia itu akan bersepakat dalam satu tekad yakni mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi bangsa yang berdaulat.

“Pertemuan ini juga sebagai ajang silaturahmi antar BEM dari berbagai daerah se-Indonesia. Saya juga harapkan ini awal bagi Unilaki dalam menunjukkan inovasi-inovasi baru. Sehingga suatu saat Unilaki dapat menjadi tuan rumah untuk pertemuan pertemuan nasional,” harap Fatimah Ulfa.

Dirinya menyebut, ada tiga isu penting yang dibahas dalam Pra Temu BEM Nusantara tersebut. Pertama, isu pendidikan yang difokuskan di wilayah Papua. Selain itu, isu ekonomi dan ketahanan pangan. Terakhir, isu mengenai seputar kesehatan. Tiga isu tersebut semuanya dirembugkan oleh masing-masing BEM.

“Pra Temu Nasional ini juga bertujuan mengevaluasi kinerja BEM Nusantara selama setengah masa jabatan. Termasuk, menentukan tuan rumah untuk temu nasional tahun berikutnya. Ada tiga opsi tempat untuk tahun depan. Nusa Tenggara Timur (NTT), Lombok atau Banten. Itu masih dipertimbangkan,” tandasnya. (adi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.