Konawe

Unaaha Belum Aman dari Banjir


KENDARINEWS.COM — Hujan masih terus mengguyur Kabupaen Konawe dan Kota Unaaha, khususnya. Selama seminggu terakhir, awan mendung menutupi langit ibu kota Kabupaten Konawe itu. Kota Unaaha mulai diancam banjir jika hujan terus mengguyur lebat hingga beberapa hari kedepan. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konawe Herianto Pagala melalui Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik, Samsul, mengatakan, meski berada di wilayah ketinggian, tak ada jaminan wilayah Unaaha bisa terbebas dari amukan air bah. Selain faktor adanya aktivitas penebangan hutan di hulu yang masih berjalan sampai sekarang, hujan lebat menjadi ancaman paling nyata jika terus mengguyur selama seminggu kedepan.

“Faktor-faktor itu tidak bisa kita lupakan. Kita tidak bisa jamin kota Unaaha ini bebas dari banjir. Kalau ada yang bilang begitu, harus kita tanya apakah orang tersebut sudah melakukan kajian secara komprehensif atau tidak,” ujar Samsul, kemarin.
Sebagai contoh, Samsul mengemukakan, pada tahun 2019 silam, banjir sempat merendam tambang pasir warga di Kelurahan Tuoy, Kecamatan Unaaha. Meski kejadian serupa tak terulang ditahun berikutnya, namun tak ada jaminan pada tahun 2021 ini bahwa wilayah kecamatan Unaaha bisa terbebas dari terjangan banjir.

Sebagai perbandingan pula, lanjutnya, saat banjir besar melanda Konawe ditahun 2013, tercatat ada sembilan kecamatan terendam. Sementara di tahun 2019, banjir malah merendam 25 kecamatan. Artinya dampak banjir terus meluas. Memang berkurang di tahun 2020 menjadi 18 kecamatan yang terendam. Namun itu karena intensitas hujannya tidak sama dengan banjir ditahun 2019,” terangnya.

Samsul memproyeksi, andaikata hujan lebat terus-menerus mengguyur Konawe hingga sepekan kedepan, musibah banjir pasti tak dapat dihindari lagi. Kemungkinan terjadi banjir di kota Unaaha juga kian besar. Hal itu menyusul maraknya alih fungsi lahan dari yang tadinya lahan pertanian menjadi perkebunan kelapa sawit. “Sekarang itu yang terjadi di bantaran sungai Analahambuti. Lahan pertanian masyarakat kini sudah jadi kebun-kebun sawit. Kita tidak bisa garansi luapan air sungai tersebut tidak akan sampai ke wilayah Unaaha,” tandasnya. (b/adi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top