UMW Sabet Dua Penghargaan SPADA Award LLDIKTI

KENDARINEWS.COM — Universitas Mandala Waluya (UMW) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) meraih dua penghargaan sekaligus dalam ajang Sistem Pembelajaran Daring (SPADA) Award 2021. Rangkaian kegiatan penghargaan ini sudah berjalan sejak Agustus 2021, dengan masa penilaian dilakukan mulai 9 September hingga 30 November 2021. Penilaian dilakukan melalui pengisian angket oleh masing-masing universitas peserta yang kemudian dilakukan penilaian oleh tim juri dari Kemendikbud-ristek.

Direktur UMW Kendari Ratna Ummi Nurlila mengatakan, SPADA Award 2021 dilaksanakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) wilayah IX Sultan Batara di Makassar. Disini UMW dinobatkan dalam nomonasi dua program tinggi terbaik. Pertama perguruan tinggi dengan proses pembelajaran daring terbaik dengan memanfaatkan learning menagement system (LMS) dan kedua, mendapat nomonasi perguruna tinggi dengan civitas akademik terakaktif pembelajaran daring melalui LMS.

Universitas Mandala Waluya (UMW) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) meraih dua penghargaan di ajang Sistem Pembelajaran Daring (SPADA) Award tahun 2021.

“UMW dengan komitmen terus menggunakan pembelajaran LMS, sehingga kita dapat sekaligus dua penghargaan. Dari dua nominasi itu semuanya terkait dengan proses pembelajaran daring selama pandemi 2021,” kata Ratna Ummi Nurlila, Minggu (27/12).

Dia menambahkan, dalam masa pandemi, seluruh mahasiswa UMW terus komitmen melaksanakan kuliah online, meski beberapa mahasiswa juga ada yang tatap muka terbatas. Tetapi ini khusus mereka yang praktikum.

Sistem daring tentu dapat lebih optimal, sebab UMW Kendari terus memaksimalkan semua dosen memiliki akun dan mengapload materi, tugas dan perkuliahan dalam sistem LMS. Bahkan para mahasiswa pun dapat masuk dalam sistem itu melalui akunnya baik mengikuti pembelajaran daring, mengirim tugas maupun mengikuti ujian, semua disitu. Intinya proses pembelajaran ini masih terintegrasi dengan SPADA LLDIKTI.

“Jadi LLDIKTI, masih bisa mengontrol bagaimana aktivitas dosen pembelajaran melalui via zoom untuk dosen sendiri. Tapi kalau yang sifatnya learning sudah terintegrasi nantinya bisa dilakukan peninjauan, pengawasan bagaimana proses pembelajarannya. Bagaimana para dosen meng upload materi dan power point-nya, serta mahasiswa bisa mengumpulkan tugasnya melalui learning,” jelasnya.

Dia mengatakan, saat ini pun untuk proses diskusi UMW telah menggunakan e-learning. Upaya ini guna meningkatkan pemerataan akses terhadap pembelajaran yang bermutu di perguruan tinggi.

“Tentu untuk membuat sistem ini lebih baik perlu ada komitmen bersama untuk mengembangkan. Bahkan saat ini seluruh sistem di UMW sudah menggunakan sistem online guna menghindari human eror, ” ujarnya.

Dia pun menambahkan, selama periode 2021untuk luaran penelitian dan pengabdian dosen sebagai kinerja pergurian tinggi mengalami peningkatan dimasa pandemi . Jumlahnya 78 luaran yang terdiri dari jurnal internasional terindexcopus tahun 2021, Internasional google scholar, beberapa jurnal nasional terakreditasi dan Nasional ber ISSN , hak cipta dan buku ajar.

“Semua tergabung menjadi 78 luaran penelitian dosen periode dJanuari hingga Desember 2021. Dimana diawal ini semua masih pendanaan kampus karena masih proses intergasi dari Stikes ke Universitas sehingga dosen belum bisa mengusulkan anggaran penelitian ke pusat, “jepasnya.

Bahkan di akhir tahun, UMW diakhir sudah ada satu assesor BKD (Beban Kerja Dosen) Nasional. Dengan begitu, di tahun 2022, dalam penilaian para Dosen UMW tak perlu mengirim dalam bentuk berkas ke pusat tapi tinggal dikirim melalui sistem saja. ” Ini merupakan salah satu terobosan UMW. Kita harap semua dapat berjalan sesuai harapan kita semua, “tutupnya.(rah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *