Bombana

Tuntut Perbaikan Jalan, Warga Mataoleo Unjuk Rasa

Ketgam: Suasana massa aksi saat melakukan demo di depan gedung DPRD Bombana. MASLINDAH ALI/ KENDARI POS.


Kadis PU: Perbaikan Sudah Berjalan Dilapangan

KENDARINEWS.COM– Gerah dengan kondisi jalan yang menghubungkan Ibu Kota Bombana dengan Kecamatan Mataoleo yang rusak. Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Pemerhati Masyarakat Mataoleo (APMM) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana, Kamis (2/9).

Dalam orasinya, massa aksi tersebut meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bombana  untuk mempercepat pekerjaan jalan yang ada di Mataoleo, serta meminta DPRD untuk mengawal dan mengawasi pekerjaan jalan yang ada di Kecamatan Mataoleo.

“Hari ini kami turun untuk menagih janji dari pemerintah terkait pemerataan infrastruktur yang tak kunjung kita rasakan. Khususnya, pada jalan yang menghubungkan Ibu Kota Bombana dengan Kecamatan Mataoleo,” jelas Niken, salah satu massa aksi.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas PUPR Bombana, Syahrun mengungkapkan bahwa, jalan poros Mataoleo merupakan salah satu ruas jalan yang menjadi skala prioritas bagi Pemerintah. Diakuinya, panjang jalan poros di wilayah tersebut sebanyak 55 Kilo. Sekitar 16 kilo sudah ditangani dengan ringgit beton, 10 Kilometer sudah dilakukan pengaspalan, dan 20 kilo meter sudah di lapel.

“Nah dari panjang ruas jalan itu, ada sekitar 10 Kilo meter yang memang kondisinya kurang nyaman untuk dilalui, yang dikarenakan ruas jalan itu kondisinya becek, terlebih lagi saat ini hujan sering kali terjadi, sehingga memperparah kondisi jalan itu. Namun, hal ini sudah kita tangani dilapangan, bahkan sudah ada beberapa alat kami yang kita turunkan disana untuk menagani sementara jalan tersebut. Sembari menunggu proses pengerjaanya yang rampung sesuai dengan harapan kita bersama,”ungkapnya.

Diakuinya, proses pengerjaan ruas jalan Mataoleo sudah dilakukan sejak Maret 2021, yang dimulai dengan pengerjaan drainasenya . Namun, dalam pengerjaanya terdapat beberapa kendala yang menyebabkan pengerjaanya agak sedikit lamban. Diantaranya, kondisi cuaca yang tidak menentu hingga terkendala dengan kondisi dilapangan.

“Ada beberapa kendala yang sedikit menganggu proses pengerjaan drainase jalan itu. Seperti, di pantai Widodo misalnya, gorong gorong airnya tertutup oleh dekker milik warga. Saat ini kita tengah melakukan komunikasi dengan masyarakat agar akses itu dibuka,” pungkasnya. (idh).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top