Knowledge

Tips Merawat Ban Mobil

KENDARINEWS.COM — Ungkapan Merawat mobil lebih sulit daripada membeli memang tepat ditujukan untuk perawatan mobil. Namun begitu merawat ban mobil adalah suatu keharusan untuk keamanan dan kenyamanan saat berkendara.


Adapun manfaat bila ban mobil terawat adalah, rasa percaya diri pengemudi karena rasa khawatir pada kerusakan ban, produktivitas meningkat karena tidak ada waktu yang terbuang karena kerusakan ban, kelaian ban dapat diketahui dini karena adanya pemiksaan teratur dan terjadwal, tingkat keamanan meningkat baik bagi pengendara, pemakaian jalan lain maupun barang yang dimuat dan biaya untuk pengeluaran ban bisa ditekan sekecil-kecilnya.

Perawatan ban meliputi penyetelan roda, rotasi roda, dan pemeriksaan tekanan angin. Penyetelan Roda (wheel aligment) meliputi toe-in, toe-out, camber dan caster. Toe-in dan toe-Out merupakan perbedaan jarak antar bagian depan roda depan dengan bagian belakang roda depan dalam satu poros (axle). Toe-in terjadi bila jarak antar bagian depan lebih kecil (dekat) dibanding jarak antar-bagian belakang pada roda depan.

Ilustrasi

Camber adalah sudut yang dibentuk oleh roda depan, apabila ditarik garis tegak lurus dan dilihat dari depan kendara. Penyetelan camber yang tepat akan memperpanjang usia pemakaian ban. Penyetelan camber bisa positif maupun negatif. Cambel positif bila roda-roda depan dalam satu poros berdekatan di bagian telapak yang langsung bersentuhan dengan permukaan jalan. Sedangkan Camber negatif terjadi bila roda-roda depan dalam satu poros saling berdekatan pada telapak bagian atas (bagian telapak yang berhubungan langsung dengan permukaan jalan).

Caster adalah sudut kemiringan atau kecondongan roda , miring kedepan berarti caster negatif, miring ke belakang berarti caster positif. Caster positif atau cester negatif terjadi akibat dari penyetelan king pin yang kurang tepat.

Rotasi ban diperlukan untuk memaksimalkan daya tempu ban dengan cara menjaga keausan telapak ban agar merata. Dengan demikian, pengendalian kemudi menjadi lebih mantap. Rotasi ban dianjurkan dilakukan setiap 10.000 km, bersamaan pemeriksaan telapak ban.

PEMERIKSAAN TEKANAN ANGIN

Kerusakan ban 80% ditimbulkan oleh tekanan angin yang tidak teratur. Ban merupakan kantong angin dan tidak akan berfungsi bila tidak ada tekanan angin di dalamnya, kecuali solid tyre atau ban mati.

Untuk memperoleh usia pemakaian ban yang lama dengan jarak tempuh maksimal, maka tekanan angin harus sesuai rekomendasi pabrik ban. Jika tekanan angin kurang atau berlebih akan menimbulkan masalah pada ban. Untuk itu diperlukan beberapa hal sebagai berikut;

  1. periksa tekanan angin secara tetap dan teratur
  2. gunakan tutup pentil dari logam
  3. Gunakan pelek yang bersih, layak operasi dan sesuai dengan ukuran ban.

Kecelakaan kendaran pada saat hujan paling banyak disebabkan oleh ban yang gundul. Makin tipis kedalaman alur telapak ban, semakin berkurang fungsi dan semakin kurang aman ban tersebut. Disamping mudah pecah dan mudah selip, bila kendaraan direm ban masih meluncur karena sigment pada ban sudah tidak ada. Pada ban yang telah tipis saat jalan di tempat basah tidak ada lagi alur pembuangan air. Hal ini mengakibatkan seakan ban di jalan di atas air sehingga waktu dikendarai kendaraan mudah selip atau tergelincir.(KN)


Notice: Trying to get property 'term_id' of non-object in /home/kendarinews/public_html/wp-content/themes/flex-mag/functions.php on line 1987
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top