Edukasi

Tingkatkan Kualitas Madrasah, Kemenag Kendari Gelar Monev

KENDARINEWS.COM — Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kendari bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Kendari mengelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev), di berbagai sekolah madrasah, salah satunya di MAN Insan Cendikia (IC) Kendari. Kepala Kantor Kemenag Kota Kendari, H. Zainal Mustamin, MA., mengatakan kegiatan monitoring merupakan salah satu upaya untuk terus merawat dan menjaga aspek-aspek pendidikan melalui evaluasi yang dilakukan kepada seluruh satuan pendidikan. “Kita harus terus melihat kinerja dan stabilitas dari sekolah selama setahun atau beberapa bulan terakhir. Apa saja yang sudah dilakukan dan dicapai oleh sekolah. Bagaimana sistem akademiknya berjalan. Semua kita pantau, sehingga kita mengetahui apa yang harus dievaluasi. Untuk kepentingan kemajuan mutu pendidikan ditingkat madrasah,” ungkap Zainal Mustamin, Rabu (29/9).

Dalam memajukan sebuah lembaga pendidikan, harus dimulai dari tenaga kependidikan, guru harus mengeksplorasi kemampuan mereka agar bisa memberikan pendidikan yang berkualitas kepada siswa. “Pengembangan kompetensi harus terus dilakukan oleh para guru, mengingat merekalah yang menjadi salah satu sumber pengetahuan para siswa. Olehnya itu, peningkatan kualitas harus terus dilakukan, terutama mengenai pengetahuan yang disesuaikan dengan perkembangan zaman,” jelasnya.

Kepala Kantor Kemenag Kota Kendari, H. Zainal Mustamin, MA., saat memberikan arahan pada kegiatan Monitoring dan Evaluasi di MAN IC Kendari.

Dijelaskan bahwa seorang guru juga dituntur bisa memberikan sendiri standar kwalitas pada hasil pembelajaranya sehingga guru akan terhindar dari zona nyaman dengan tidak berpasrah pada hasil yang di peroleh siswa. Menurut Zainal, jika para guru bisa melakukan hal tersebut, maka guru dapat berubah status dari guru yang hanya MUDARRIS (pengajar yang menyampaikan pelajaran kepada murid), menjadi MUADDIB (penjaga moral/pemangku adab pengembang spritualitas anak–anak). “Jika terus ditingkatkan maka seorang guru akan dapat menjadi MURABBI (orang yang benar-benar menjadi pendidik dengan ilmu dan akhlak), sehingga siswa menjadi lebih berilmu, lebih berakhlak, dan lebih berdaya,” tutupnya. (ilw/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

To Top