Metro Kendari

Tim Terpadu Razia ODOL, Kepala Balai: Supaya Jalan Tidak Rusak, Angkutan Logistik dan Industri Lancar

KENDARINEWS.Com–Guyuran hujan tidak melunturkan semangat tim terpadu Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) di Jalur Pohara, Selasa (14/9) hingga Rabu (15/9).

Tim ini merupakan gabungan lintas sektor sesuai surat keputusan Gubernur Sultra Nomor: 593 tahun 2020. Sesuai SK tersebut beberapa instansi yang terlibat secara teknis adalah BPTD Wilayah XVIII Sultra, BPJN XXI Sultra, Polda Sultra, Dishub Sultra, serta Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Sultra.

Tim terpadu dari pihak BPTD Wilayah XVIII Sultra, BPJN XXI Sultra, Polda, Dishub, dan sejumlah instansi lainnya saat melakukan penertiban kendaraan ODOL di ruas jalan Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe, Rabu (15/9/2021).

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XXI Sultra, Dr. Ir. Yohanis Tulak Todingrara, MT mengungkapkan, giat ini dilakukan sebagai langkah maju menuju 2023 Zero ODOL. “Itu sesuai dengan arahan pemerintah pusat,” ujar Dr. Yohanis Tulak, Rabu (15/9/2021).

Dr. Yohanis mengakui kalau giat penertiban ODOL dilaksanakan oleh Tim Terpadu Penertiban dan Pelanggaran Hukum Pelanggaran Lalulintas dan Angkutan Jalan di Wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Intinya, penertiban ODOL ini supaya jalan tidak rusak. Juga jalan di Pohara yang masih dalam perbaikan bisa on the track. Semua ini sangat penting dalam memuluskan angkutan logistik masyarakat supaya tidak mahal dan pembangunan industri di wilayah itu berjalan lancar,” harapnya.

Sementara itu, Kepala BPTD Wilayah XVIII Sultra, Benny Nurdin Yusuf menjelaskan, penindakan terhadap ODOL tetap memperhatikan aspek pelanggaran berdasarkan undang-undang nomor 22 tahun 2019 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan khususnya pasal 277.

“Kita tidak boleh membiarkan kendaraan Odol menjamur di Sultra. Sebab, ini membahayakan keselamatan pengguna jalan dan merugikan negara, khususnya infrastruktur jalan. Dari hasil estimasi, karena ODOL, kerugian negara mencapai Rp 43 triliun per tahun,” kata Kepala BPTD Wilayah XVIII Sultra, Benny Nurdin Yusuf saat dihubungi, Rabu (15/9/2021).

Dua hari terakhir, hasil operasi lapangan, sekira 20 truck terjaring. Ada sejumlah kendaraan ditahan selama 14 hari di Polsek setempat karena masuk kategori ODOL. “Juga ada dua kendaraan diamankan BPTD. Kita panggil pemiliknya untuk dilakukan pemeriksaan oleh penyidik BPTD Sultra. Diproses pidana, namun kami bijaksanai. pemilik diminta untuk menormalisasi kendaraannya. Jika tidak, maka dilanjutkan pemberkasan sampai tahap P21. Kemudian dari Kejaksaaan untuk melimpahkan ke pengadilan,” imbuhnya. (ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top