Metro Kendari

Tiga Proyek Infrastrukur Segera Dilelang

KENDARINEWS.COM — Pasca penandatangan MoU, Pemkot Kendari langsung action. Tak butuh waktu lama, Pemkot akan segera memulai tender tiga proyek infrastruktur yang dibiayai melalui pinjaman di PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) persero. Tiga proyek itu yaitu pembangunan dua jalur jalan dalam kota senilai Rp 212 miliar, Rumah Sakit (RS) Kendari tipe D Rp 146 miliar, dan pembangunan Puskemas Kandai sebesar Rp 16 miliar.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan pembangunan tiga sarana infrastruktur itu penting dilakukan dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendorong pemulihan ekonomi daerah. Untuk pembangunan jalan dan jembatan, akan dilaksanakan di dua lokasi yaitu pada jalan menghubungkan Jalan ZA Sugiarto (belakang RSUD Kendari) dengan Jalan HEA Mokodompit (pertigaan kampus baru), dan jalan MT Haryono dengan Jalan La Ode Hadi (Taman Kali Kadia).

“Pembangunan jalan ini akan jadi solusi permasalahan kemacetan yang ada di Kendari. Khusus untuk pembangunan jalan baru, tentunya ini bisa mengangkat nilai ekonomi diwilayah sekitar. Misalnya akses ke taman kali Kadia yang semakin cepat, akses ke RS, ke perkantoran, sekolah, kampus dan tempat bekerja masyarakat. Kalau mobilitas lancar makan ekonomi juga lancar. Ekonomi akan tumbuh. Apalagi setelah pandemi ini, semua harus pulih termasuk ekonomi masyarakat,” kata Sulkarnain Kadir.

Di Puuwatu kata dia, pemerintah akan membangun RS tipe D. Fasilitas kesehatan (Faskes) ini nantinya akan memback up RSUD Kota Kendari. Apalagi di masa pandemi Covid-19 saat ini, banyak masyarkat yang enggan berobat dirumah sakit karena takut tertular Covid-19.

“Kalau kita punya lebih dari satu fasilitas RS, salah satunya kita akan tunjuk sebagai pusat layanan pandemi Covid-19. Sehingga ada pemisahan pelayanan antara pasien umum dengan pasien Covid-19. Sehingga masyarakat bisa tetap berobat dengan tenang dan aman,” kata Sulkarnain Kadir.

Pemkot Kendari akan memulai pembangunan dua jalur allternatif dalam Kota. Tahun ini, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 212 miliar

Selain itu, kehadirannya diyakini mampu berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekira Rp 20 – 35 miliar setiap tahunnya. “Jadi, selain bisa memberikan pelayanan kesehatan, hadirnya rumah sakit ini menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah,” ungkap Sulkarnain Kadir.

Ketiga, pembangunan Puskesmas Kandari. Menurut Sulkarnain, tambahan faskes penting dilakulan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat. Apalagi di Kecamatan Kandai yang belum memilik puskesmas sehingga kehadirannya kedepan bisa mengakomodir masyarakat setempat.

“Saya harap Kemenkeu segera melakukan pencairan supaya kami segera bisa menemukan mitra yang tepat untuk melaksanakan kegiatan ini. Saya sudah instruksikan seluruh OPD menyiapkan dokumen administrasi yang dibutuhkan agar anggarannya bisa segera dicairkan,” kata Sulkarnain Kadir. (b/ags)

Tiga Proyek Infrastruktur
-Anggaran Rp 374 Miliar
-Sumber Pinjaman PT SMI
-Program Pemulihan Ekonomi
-Tendernya Segera Dimulai
-Dokumen Pencairan Anggaran Tengah Dilengkapi

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top