Hukum & Kriminal

Terpidana Kasus Penipuan Belum Menyerahkan Diri

Jaksa Layangkan Surat Panggilan

KENDARINEWS.COM — Meski sudah jatuh vonis, terpidana kasus penipuan atas nama Ivy Djaya Susanto belum menyerahkan diri. Atas dasar itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra melayangkan surat panggilan. Jika terus diabaikan, Jaksa mengancam akan melakukan tindakan paksa.

Kasipenkum Kejati Sultra, Dodi SH MH mengungkapkan terpidana Ivy Djaya Susanto melalui pengacaranya mencoba berkelit. Makanya, terpidana belum bisa memenuhi panggilan. Alasannya, Ivy Djaya Susanto masih berada di Jakarta. “JPU sudah melayangkan surat panggilan pertama kepada terpidana Ivy Djaya Susanto. Pemanggilan terhadap terpidana untuk selanjutnya dieksekusi sesuai dengan putusan MA,” ujarnya kemarin.

Dodi menegaskan, Kejati Sultra akan mengeksekusi paksa kepada yang bersangkutan jika tidak memenuhi panggilan. “Kami akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan mengirimkan tim untuk menjemput paksa terpidana Ivy Djaya Susanto,” tekannya.

Seperti diketahui, Ivy Djaya Susanto divonis setahun penjara. Dalam amar putusan Mahkamah Agung (MA), Ivy Djaya Susanto terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan penipuan terhadap pelapor dalam hal ini Obong Jaya Kusuma selalu Pemilik Sah PT Adhi Kartiko dan juga Simon Tangkaedengan sebagai Dirut PT Adhi Kartiko (AK).

Kasus ini bermula ketika Simon Takaendengan selaku salah satu pemilik saham sekaligus Direktur PT. Adhi Kartiko (AK), melaporkan pihak pimpinan perusahaan PT. Adhi Kartiko Pratama (AKP) dalam hal ini Ivy Djaya Susanto ke Polda Sultra. Berdasarkan laporan, terlapor yakni pihak PT. AKP memalsukan tanda tangan Komisaris Utama PT. Adhi Kartiko, M. Arief Siswandara. Dalam bentuk persetujuan tidak keberatan perubahan nama IUP. Atas pemalsuan tersebut, terlapor menggunakannya untuk perubahan Ijin usaha pertambangan (IUP), dari PT AK menjadi PT AKP. (c/ndi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top