Buton Tengah

Terkendala Absensi, 113 Guru tak Terima TPP

KENDARINEWS.COM — Sebanyak 113 guru yang tersebar pada 50 sekolah di Buton Tengah (Buteng) dinyatakan tak bisa menerima tambahan penghasilan pegawai (TPP). Kepala BKPSDM Buteng, Samrin, mengaku, hal itu karena sejumlah guru tak memenuhi salah satu syarat yang sudah diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) nomor 12 tahun 2021 tentang pemberian TPP. “Pembayaran TPP ini dilihat dari tingkat kehadiran dan dibuktikan dengan data yang ada di mesin absensi (finger print). Setelah kami (BKPSDM) lakukan validasi, data mereka tidak bisa diambil. Kemudian ada juga guru yang malah melakukan absen manual yang pada dasarnya tidak dibenarkan,” ungkap Samrin, Jumat (7/5).

Meski begitu, Samrin juga masih menunggu perbaikan data dari para guru yang belum menerima TPP. Karena pada dasarnya, finger print yang mereka gunakan masih aktif. Hanya saja, aplikasi dalam mesin absensi itu kurang lengkap dan juga karena kurangnya pengetahuan menggunakan finger print. Samrin menyebut, TPP guru ini tetap akan dibayarkan, asal data mereka melalui finger tersebut bisa diinput. “Sebenarnya tidak susah, tinggal dilengkapi saja aplikasi finger printnya. Kalau sudah ada, kemungkinan Senin mendatang bisa kita cairkan,” janjinya.

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Buteng, Abdullah, mengaku, saat ini tengah dilakukan perbaiki mesin absensi tersebut. “Setelah itu kita akan setor di BKPSDM untuk divalidasi,” tuturnya. Ke depan, Abdullah juga berharap kejadian ini tidak terulang kembali. Ia juga akan mengecek setiap alat absensi yang ada di masing-masing sekolah. “Yang jelas kejadian ini tidak akan terulang lagi. Kami juga nanti akan memastikan mesin yang digunakan sekolah bisa aktif dan diinput,” tutup Abdullah. (b/rud)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top