Aneka

Tata Cara Salat Hajat yang Benar, Beserta Keutamaan dan Doa Pengabul

KENDARINEWS.COM–Umat Islam diwajibkan mengerjakan ibadah salat oleh Allah SWT. Terdapat lima salat wajib yang ditunaikan setiap hari, serta salat sunah sebagai penyempurna dan penambah pahala.

Salah satunya ialah salat sunah hajat. Amalan yang dipercaya menjadi bentuk ikhtiar seorang hamba dalam menyampaikan permohonan pada Allah SWT. Selain memperbanyak zikir, shalawat, dan habluminannas, salat sunah menjadi penyempurna ibadah yang patut dikerjakan secara istiqomah.

Alangkah baiknya keinginan atau hajat yang disampaikan itu sesuai syariat Islam dan bukan sesuatu yang dilarang agama. Meminta dalam salat hajat, bisa seperti kesuksesan karir, dibebaskan dari kesempitan, dimudahkan jodoh, perlindungan, dan masih banyak lagi.

Namun tetaplah berprasangka baik pada Allah. Apabila salah satu doa belum terkabul, bisa jadi Tuhan telah mempersiapkan yang lebih baik bagi hamba-Nya di lain kesempatan. Atau sesuatu yang berbeda, tapi lebih bermanfaat.

Berikut tata cara salat hajat yang benar, beserta keutamaan dan doa pengabul.

Salat hajat bisa ditunaikan kapan saja, tanpa terikat oleh waktu tertentu. Selama dikerjakan bukan pada waktu yang memang dilarang untuk menunaikan salat sunah.

Namun waktu yang terbaik untuk menyampaikan doa dan permintaan, ialah pada sepertiga malam. Bisa Anda kerjakan seusai sholat tahajud dan sebelum witir. Tata cara sholat hajat sebanyak 2 hingga 12 rakaat. Sesuaikan dengan kesanggupan dan waktu yang masih Anda miliki.

Tata cara salat hajat sama dengan salat lainnya, letak perbedaan hanya pada niat, serta doa pengabul di akhir sholat.

1. Membaca Niat Sholat hajat

أُصَلِّي سُنَّةَ الحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعاَلَى

“Ushollii sunnatal haajati rok’aataini lillahi ta’ala” Artinya: “Aku berniat sholat hajat sunnah hajat dua raka’at karena Allah Ta’ala”

2. Membaca doa Iftitah dan Al-Fatihah

“Allaahu Akbaru kabiiraw-walhamdu lillaahi katsiiran, wa subhaanallaahi bukrataw-wa’ashiila. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifam-muslimaw-wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiina”

Artinya :
“Allah maha besar, maha sempurna kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah, pujian yang sebanyak-banyaknya. Dan maha suci Allah sepanjang pagi dan petang. Kuhadapkan wajahku kepada zat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan penuh ketulusan dan kepasrahan dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku semuanya untuk Allah, penguasa alam semesta. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan demikianlah aku diperintahkan dan aku termasuk orang-orang yang muslim.”

Setelah membaca iftitah, dilanjutkan membaca surah Al-Fatihah, salah satu bacaan wajib sholat supaya menjadi sah sholatnya.

3. Membaca Surat Pendek

Dilansir dari NU online, Syekh M Nawawi Banten menyebutkan riwayat dari Wahib bin Al-Warad, doa makbul yang diawali dengan shalat sunah sebanyak 12 rakaat. Pada setiap rakaat dibaca Surat Al-Fatihah, Ayat Kursi, dan Surat Al-Ikhlas.

4. Ruku dengan tumaninah (Allahu akbar)

Subhaana rabbiyal adziimi wa bihamdih. (3 X) Artinya : Mahasuci Allah Yang Maha Agung dan Memujilah Aku kepada-Nya”

5. Itidal

Itidal dengan tumaninah, berdiri seraya mengucapkan : Samiallahu liman hamidah.Artinya : “Allah Mendengar orang-orang yang memuji-Nya.” Kemudian berdisi membaca doa sebagai berikut,

“Rabbana lakal hamdu milus samawati wa mil ulardi wa mil umasyita min syaiin badu.Artinya : Wahai Tuhan kami hanya untuk-Mu lah segala puji sepenuh lagit dan Bumi dan sepenuh barang yang Engkau kehendaki sesudahnya.

6. Sujud dengan tumaninah (Allahu akbar) Subhana rabbiyal ala wa bihamdih (3 X) Artinya : Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Luhur dan dengan Puji-Nya

7. Duduk di antara dua sujud, dengan tumaninah (Allahu akbar)Robighfirlii, warhamnii, wajburnii, warfanii, warzuqnii, wahdinii, waaafinii, wafu annii

Artinya : Ya Allah, Ampunilah aku, Belas kasihanilah aku, Cukupkanlah segala kekuranganku, Angkatlah derajatku, Berilah rezeki kepadaku, Berilah petunjuk kepadaku, Berilah kesehatan kepadaku, dan berilah ampunan kepadaku.

8. Sujud kedua dengan tumaninah (Allahu akbar)

9. Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua

10. Tasyahud atau Tahiyat Akhir

Posisi duduk yang disebut dengan duduk tawaruk, pantat langsung menempel di lantai atau tanah dan kaki kiri dimasukkan ke bawah kaki kanan. Jari-jari kaki kanan menghadap kiblat tetap menekan ke tanah. Badan sedikit condong ke kiri, kepala miring ke pundak kanan.

“Attahiyyatul mubarakaatus salawatut tayyibatu lillah. Assalamu alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullahi wabarakatuh. Assalamu alaina wa ala ibadillahis salihin. Asyhadu alla ilaha illallah. Wa asyhadu anna muhammadar rasulullah. Allahumma salli ala sayyidina muhammad”

Kama sallaita ala sayyidina ibrahim wa ala ali sayyidina ibrahim. Wa barik ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad Kama barakta ala sayyidina ibrahim wa ala ali sayyidina ibrahim Fil alamina innaka hamidum majid”

Artinya :

Segala kehortmatan, keberkahan, rahmat dan kebaikan adalah milik Allah. semoga keselamatan, rahmat dan berkah-Nya tetap tercurahkan atas-Mu, wahai Nabi. Semoga keselamatan (tetap terlimpahkan) atas kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Limpahkan rahmat kepada penghulu kami Nabi Muhammad.

Sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat kepada penghulu kami Nabi Ibrahim dan Keluarganya dan limpahkanlah berlah kepada penghulu kami Nabi Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau limpahkan berkah kepada penghulu kami Nabi Ibrahim dan keluarganya. sesungguhnya di alam semesta ini Engkau maha terpuji lagi maha mulia, wahai Zat yang menggerakkan hati tetapkanlah hatiku pada agama-Mu.

11. Salam

Doa Pengabul Setelah Salat Hajat

1. Doa dari Syekh M Nawawi

Dikutip dari NU online, salah satu doa yang bisa dipanjatkan usai menunaikan sholat hajat sebagai berikut:

سُبْحَانَ الَّذِي لَبِسَ العِزَّ وَقَالَ بِهِ، سُبْحَانَ الَّذِي تَعَطَّفَ بِالمَجْدِ وَتَكَرَّمَ بِهَ، سُبْحَانَ ذِي العِزِّ وَالكَرَمِ، سُبْحَانَ ذِي الطَوْلِ أَسْأَلُكَ بِمَعَاقِدِ العِزِّ مِنْ عَرْشِكَ وَمُنْتَهَى الرَّحْمَةِ مِنْ كِتَابِكَ وَبِاسْمِكَ الأَعْظَمِ وَجَدِّكَ الأَعْلَى وَكَلِمَاتِكَ التَّامَّاتِ العَامَّاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بِرٌّ وَلَا فَاجِرٌ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Artinya: “Mahasuci Zat yang mengenakan keagungan dan berkata dengannya. Mahasuci Zat yang menaruh iba dan menjadi mulia karenanya. Mahasuci Zat pemilik keagungan dan kemuliaan. Mahasuci Zat pemilik karunia. Aku memohon kepada-Mu agar bershalawat untuk Sayyidina Muhammad dan keluarganya dengan garis-garis luar mulia Arasy-Mu, puncak rahmat kitab-Mu, dan dengan nama-Mu yang sangat agung, kemuliaan-Mu yang tinggi, kalimat-kalimat-Mu yang sempurna dan umum yang tidak dapat dilampaui oleh hamba yang taat dan durjana,” (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: 2002 M/1422 H], cetakan pertama, halaman 103-104).

2. Bertawassul

Selain itu, Anda bisa menerapkan beberapa amalan lain sebagai pelengkap ibadah sholat hajat. Dilansir dari Liputan6, dimuali dengan bertawassul. Caranya membaca surat Al-Fatihah kepada Rasulullah beserta keluarganya, para shabat, ulama, guru, orang tua dan semua umat muslim.

2. Zikir dan Membaca Surat Pendek

Selanjutnya membaca surat Al-Falaq, An-Naas serta Ayat Kursi masing-masing sebanyak 3 kali. Bisa Anda lengkapi dengan memperbanyak zikir dan shalawat.

“Subhahanallah walhamdulillah walaailaaha illallah waallahu akbar walaa haula wa quwwata illaa billahil ‘aliiyil ‘adzim.” (Sebanyak 10 kali)

“Allahumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammad wa ‘alaa ali sayyidina Muhammad.” (Sebanyak 10 kali)

Bacalah doa keselamatan dunia dan akhirat, sebagai berikut:

“Rabbanaa aatinaa fidunyaa hasanah wa fil’akhirati hasanah wa qinaa ‘adzaaban nar.”

3. Doa salat hajat

Kemudian ditutup dengan membaca doa pengabul keinginan seperti:

“LAA ILAHA ILLALLOHUL HAKIIMUL KARIIMU SUBHAANALLOHI ROBBIL ‘ARSYIL AZHIIM. ALHAMDU LILLAAHI ROBBIL AALAMIIN. AS ALUKA MUUJIBAARI ROHMATIKA WA ‘AZAAIMA MAGHFIROTIKA WAL GHONIIMATA MING KULLI BIRRI WASSALAAMATA MING KULLI ITSMIN LAA TADA LII DZAMBAN ILLA GHOFARTAHU WALAA HAMMAN ILLAA FAROJTAHU WALAA HAAJATAN HIYA LAKA RIDHON ILLA QODHOITAHAA YAA ARHAMAR ROOHIMIIN.”

Apabila Anda sudah mengikuti setiap langkah doa dan zikir tersebut, sampaikanlah segala keinginan dan harapan yang terpendam. Gunakan bahasa sehari-hari yang Anda mengerti, tak ada kesulitan yang memaksa dalam agama.

1. Dilapangkan

Melansir dari NU online, sholat sunnah hajat membuat seorang hamba dibebaskan atau dilapangkan dari kesempitan.

“Orang sedang mengalami kesempitan, berhajat untuk membuat mashlahat agama dan dunianya, dan merasakan kesulitan karenanya, hendaklah melakukan shalat sebgai berikut,” (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: 2002 M/1422 H], cetakan pertama, halaman 103).

2. Anjuran Rasulullah SAW

“Siapa yang berwudhu dan sempurna wudhunya, kemudian salat dua rakaat (Salat Hajat) dan sempurna rakaatnya maka Allah berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat” ( HR.Ahmad )

3. Ikhtiar Memohon pada Allah

Sholat hajat dipercaya sebagai sholat yang mustajab, bentuk ikhtiar dalam menyampaikan permohonan kepada Allah SWT.

“Barangsiapa yang memunyai kebutuhan (hajat) kepada Allah atau salah seorang manusia dari anak-cucu adam, maka wudhulah dengan sebaik-baik wudhu. Kemudian salat dua rakaat (salat Hajat), lalu memuji kepada Allah, mengucapkan salawat kepada Nabi. Setelah itu, mengucapkan “Laa illah illallohul haliimul kariimu, subhaana….” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Demikian tata cara sholat hajat yang bisa Anda kerjakan setiap hari seiring menunggu dikabulkan segala harapan. Tunaikan setiap memiliki keinginan besar atau mengalami kesulitan.

Serta ingat bahwa, Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Sehingga tetap berpikir positiflah apabila doa yang dipanjatkan belum dikabulkan dalam waktu itu juga.(merdeka.com)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top