Metro Kendari

Tak Kantongi Izin, Sekot Ancam Tutup Usaha Burung Walet

KENDARINEWS.COM — Upaya Pemkot Kendari menarik retribusi daerah melalui usaha burung walet belum efektif. Hingga kini, belum ada satu pun diantara mereka yang mengantongi izin. Padahal Pemkot telah memberikan berbagai kemudahan. Atas dasar itu, Pemkot mengancam menutup seluruh usaha sarang burung walet di Kota Kendari.

Sekretaris Kota (Sekot) Kendari, Nahwa Umar mengatakan kesadaran pelaku usaha burung walet masih minim. Sebab belum ada pengusaha yang mengurus izinnya. Sementara usaha sarang burung walet telah dijalankan sejak beberapa tahun terakhir. “Kalau tidak berizin. Ya, terpaksa kita tutup,” tegasnya.

Jenderal ASN ini mengaku telah menginstruksikan instansi terkait dalam hal ini DPMPTS, Bapenda dan Satpol PP untuk turun langsung untuk mendata dan menyampaikan kepada pengusaha agar menghentikan aktivitas operasional hingga memiliki legal formal.

“Untuk dapat lanjut beroperasi, pelaku usaha burung walet diwajibkan mengurus perizinan dengan mengikuti prosedur. Setelah memiliki izin tentunya pengusaha juga harus mematuhi syarat-syarat pengelolaan sarang burung walet, salah satunya terkait jam operasional yang tidak mengganggu masyarakat di sekitarnya,” ungkap Sekda.

Terpisah, Kepala DPMPTS Kendari Satria Damayanti membenarkan hal itu. Padahal kata Satria, pengurusan izin usaha sarang burung walet telah diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwali Kendari) nomor 48 tahun 2020 tentang izin pengelolaan dan pengusahaan sarang burung walet.

“Itu sudah jelas diatur dalam pasal 6 yakni setiap orang atau badan hukum yang melakukan pengelolaan dan pengusaahaan sarang burung walet wajib memiliki izin melalui DPMPTSP. Kalau tidak direspon berarti melanggar aturan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bapenda Kota Kendari Sri Yusnita mengaku saat ini telah berkolaborasi dengan DPMPTSP dan Distan dalam mensosialisasikan izin dan pajak sarang burung walet kepada para pengusaha. Menurutnya, upaya itu akan bermuara pada peningkatan penerimaan pajak daerah.

Dari hasil pendataan, ada sekitar 100 pengusaha sarang burung walet di Kendari. “Menurut laporan yang kami terima, jumlah pengusaha sarang burung walet di Kendari sangat banyak. Sehingga kami akan turun untuk melakukan pendataan sekaligus mensosialisasikan pajak sarang burung walet ini,” ungkapnya.

Usaha sarang burung walet kata dia, merupakan bagian dari penyerahan UU Nomor 28 Tahun 2009 tentang pengenaan pajak pada pengusaha burung walet dan sudah diatur dalam Peraturan Wali Kota Kendari nomor 48 tahun 2020 tentang izin pengelolaan dan pengusahaan sarang burung walet. Jika tidak dilaksanakan, pihaknya akan terkena UU tentang penggelapan pajak. “Kalau ada potensi pajak lantas tidak kita kelola, sanksinya berupa hukuman penjara dan denda. Jagi para pengusaha burung walet yang sudah mengetahui aturan tersebut, sebaiknya melakukan pembayaran pajak akan usahanya itu,” kata Sri Yusnita. (b/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top